Awesome Stories & Inspirations · Stories

Menjadi seorang otaku

Cerita ini levelnya masih beginner & no necessary skills are required 

Oke. Sedikit nyeleweng, cerita menjadi seorang Otaku, barangkali bagi kalian (yang masih awam) akan membayangkan saya adalah seorang yang benar-benar aneh, berkacamata tebal, pandai menggambar komik, dan punya isi otak ensiklopedi berjalan seputar anime dan manga.

Itu tidak seluruhnya benar. Lihat foto profil saya.

Otaku menurut pengertian dari Pakde Wikipedia adalah sebagai berikut:

Arti Otaku

Ya, jadi seorang Otaku memang identik dengan anime dan manga, namun terlepas dari itu,  penyebutan istilah ini adalah untuk orang-orang gila yang benar-benar menekuni hobinya. Nah, ini sama saja dengan label “Geek” bagi penggila komputer dan teknologi.

Jika sekarang penyebutan Geek sudah mulai meluas pada banyak bidang,yaitu tidak hanya komputer dan teknologi, maka begitu juga dengan otaku.

Oleh karena itu, cerita kali ini pada intinya ingin meluruskan bahwa menjadi otaku tidak berarti kalian menjadi seorang pecinta anime dan mangan, namun termasuk apapun hobi yang kalian tekuni. Tapi istilah ini jangan diamantakan untuk hobi yang sakral ya… seperti jika kalian hobi Tarti dan Qiro’ah, maka kalian jangan menyebut Otaku Tartil dan Qiro’ah. Yoi.

Sebagai penutup cerita singkat dan kurang bermakna kali ini, saya menambahkan untuk penyebutan Otaku. Meski istilah ini telah meluas, namun label “orang gila” pada mereka para Otaku atau Geek masih melekat lho… jadi jika kalian sudah bosan menjadi orang yang waras-waras begitu saja, silahkan menjadi Otaku. Jos.

Akhir kata, jangan takut menjadi otaku, karena banyak diantara sedikit otaku yang telah mengubah dunia, setidaknya dunia mereka sendiri.

 

Quotes

Unique of our magnificient brain

Learning is about doing the work that your brain requires. So the best strategies are going to vary between individuals…

You and your plastic brain are constantly being shaped by the world around you. Understand that everything you do, everything you encounter, and everything you experience is changing you brain. And that can be for better but it can also be for worse. So go out and build the brain you want.

– Lara Boyd –

Book Reviews

Don’t make me think

Salah satu buku desain web, khususnya untuk hal ‘kebergunaan’ web yang saya sukai. Don’t Make Me Think: Panduan praktis membangun web yang logis karya Steve Kurg memang sangat mudah dipahami. Penjelasan web yang membosankan tidak terjadi di dalam buku ini. Kreativitas Kurg terlihat dari banyaknya penyambungan filosofi kebergunaan pada kutipan-kutipan novel yang telah ia baca (walau kadang ada yang tidak begitu nyambung). Namun hal ini tidak mengurangi sedikitpun ketajaman analisisnya terhadap bagaimana membangun suatu web yang benar-benar dibutuhkan dan tidak membingungkan penggunanya.

dont-make-me-think-steve-kurg

Salah satu pendapat (istrinya) Kurg yang saya sukai mengenai web (juga) dapat digunakan sebagai filososi untuk semua hal adalah: “Jika saya kesulitan menggunakan sesuatu, maka saya akan jarang-jarang menggunakannya”. Sederhana tapi menyeluruh terhadap pemikiran pengguna web.

Pendesain web seringkali berpikir salah tentang apa yang akan dilakukan oleh pengguna web ketika berkunjung ke suatu laman. Mereka beranggapan bahwa pengguna web akan membaca dengan runtut, teliti dan seksama pada laman itu, namun tidak.

Para pengguna web seringnya adalah membaca laman dengan tergesa-gesa. Geser ke bawah, ke atas, dan dengan acak menyeleksi apa yang kita pikir paling penting, dan mudah sekali bingung jika desain web yang ada terlalu kompleks. Ya, kita memang membedakan membaca web dengan membaca buku, dan itu yang terpenting yang harus dipahami para pendesain web.

Walaupun buku ini terdiri dari 12 Bab, namun saya rasa tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membacanya. Panduan-panduan yang mudah dan tidak kaku akan tetapi sangat esensial bagi kalian yang khususnya ingin atau sedang menekuni dunia web desain dan UX.