Stories

2th ICSEN

Saya bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk turut serta dalam 2th International Conference on Special Educational Needs di Univesitas Pendidikan Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih pada Yayasan Peduli Kasih ABK karena telah mewadahi A-Z kebutuhan dan dukungan selama ini.

Saya juga berterima kasih pada dokter Taat Tigore, dengan kerendahaan hati beliau dan bantuan berlimpah yang beliau berikan pada saya, juga pada Pak Iwan dan Bu Ernie Siregar. Tak lupa terima kasih saya pada mas dan bapak ojek online yang selalu setia menemai saya berduaan di sepanjang jalan Kota Bandung,.

Pengalaman ini sungguh luar biasa.

Seminar ini mengundang pembicara inti Prof. Kawaii dari Hiroshima University, Dr. Bari dari SEAMO SEN, dan Dr. Seto Mulyadi (Kak Seto-nya kita).

Beliau-beliau ini membawakan materi yang menarik, mengusung fokus pada: 1) pendidikan untuk ABK dengan metode peer-to-peer, 2) bagaimana ABK juga mempunyai kesempatan yang sama dalam dunia kerja, dan 3) bagaimana membuat ABK tumbuh subur, mengeluarkan potensinya yang unik dalam lingkungan yang ramah. Hemat saya, memang sesi simposium ini memberikan pencerahan, penyemangat, dan merilekskan, tanpa menghilangkan kenyataan bahwa betapapun kompleksnya masalah ABK, kita tidak sendiri. Banyak dari kita yang peduli.

Saya dan rekan-rekan (terima kasih pada mbak Yaya, mas Bayu, dan Dr. Sawitri) turut serta dalam seminar ini dalam rangka menyampaikan hasil awal PKABM (Program Peduli Kasih ABK Berbasis Masyarakat) melalui paper yang berjudul “Penerimaan Orang Tua sebagai bagian dari Penanganan ABK Melalui Kerjasama Orang Tua, Keluarga, dan Masyarakat Sekitar”.*

*ingin tahu lebih lanjut sila kunjungi web yayasan kami ya….

Saya bahagia dapat mewakili rekan-rekan untuk mempresentasikan ketertarikan yayasan. Saya juga senang karena dapat saling berbagi, bertanya, dan saling memberi dukungan kepada seluruh presenter dalam sesi diskusi paralel. Meskipun keterbatasan dari saya yang tidak mampu menyerap seluruh pembelajaran dari sekian banyaknya presenter yang membawakan ide, solusi, dan fokus masalah yang berbeda-beda dari sisi anak berkebutuhan khusus dan lingkungannya.

Intinya:

Bagi saya adanya seminar salah satu tujuan yang diharapkan adalah menyemarakkan isu. Isu penting, seperti pendidikan bagi anak berkebutuhkan khusus (ABK). Selain itu, seminar juga wadah berbagai peneliti dan inisiator untuk menyuarakan solusi-solusi kreatifnya atas permasalahan ABK yang kompleks. Tentunya, menyuarakan dalam pengertiannya telah ada tindakan-tindakan kecil yang kita lakukan, untuk selanjutnya disatukan, dipadukan, sehingga menghasilkan kumpulan dampak yang meluas.

Semoga kita terus dapat fokus memuliakan ABK dengan melihat peran pribadi kita masing-masing > seperti pada saya sendiri > bahwa dimanapun dan kapanpun selalu terdapat peran saya pada mereka, selalu terdapat peran kita terhadap mereka. Karena saya sadari, peran mereka terhadap kita pun juga selalu ada. Mereka selalu membuat kita menjadi seorang manusia yang lebih baik, dengan keluruhan dan keunikan mereka.

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *