Art & Design · Design

Storylistening

Beberapa hari ini, saya mencoba lebih kritis terhadap pribadi saya untuk kemajuan, karena merasa semakin berkurangnya orang yang menjengkelkan di dekat saya (atau sebenarnya saya sudah terbiasa dengan mereka), sehingga kelenaan ini membuat jembatan menuju kebosanan dan pembenaran terhadap pribadi sudah terlalu berlebihan.

Ya, akhirnya hari ini saya menemukan sesuatu yang mencerahkan (sedikit banyak) karena sudah lama tak melihat dan mendengar gaya bicaranya Bapak Maeda yang kharismatik (unik dan mengintimidasi, namun tidak radikal dengan kelucuan alami mimik wajah dan gestur beliau).

“From Storytelling to Storylistening” mengingatkan saya untuk lebih melihat — bahkan lebih — memahami kelebihan “superioritas” setiap orang yang saya temui, sehingga saya akan lebih menerapkan storylistening, yang memang sangat berguna untuk mengkritisi diri saya, yang kemudian berguna bagi perkembangan “belajar lebih banyak” dan “bertindak lebih baik”.

 

Art & Design

Isu

Hai, Isu.. bagaimana tanggapan atas benturan keyakinan dan keadaanmu sekarang? Sudahlah, jangan terlalu serius. Jadilah penganut ide baru dengan pemahaman ideologi lama. Jadilah orang biasa yang mengagumi seni, dan tanyakan apakah kamu bisa memikirkan sesuatu yang tidak bisa kamu pikirkan? Sudahlah jangan terlalu serius, ini hanya cerita isu.

Art & Design

Tsubasa wo kudasai

Saya secara sengaja mendengar lagu ini dari laptop teman. Ini merupakan lagu favorit jika galau melanda. Lagu ini penyemangat dan pemberi perasaan yang haru. Jadi kalian akan dibuat semangat tanpa menghilangkan rasa galau. Hebat.

Tsubasa wo kudasai yang saya share merupakan versi soundtrack dari  Evangelion 2.0. Belum pernah lihat animenya, tapi kebiasaan mendengarkan soundtrack dari anime, dorama, tv series, dan film yang belum pernah tonton merupakan kebiasaan.

 

Tsubasa wo kudasai (dalam huruf jepang 翼をください) berarti please give me wings atau berikan saya sayap. Lagu diciptakan oleh Michio Yamagami, dan pertama kali diperkenalkan pada Nemu Popular Festival ’70.

Kemudian, lagu tsubasa wo kudasai dijadikan single oleh grup Akaitori, pada tahun 1971 dan menjadi terkenal seantero Jepang. Cover pertama dari lagu ini dibawakan oleh Sumiko Yamagata, tahun 1973.

Popularitas tsubasa wo kudasai terus berkembang. Bahkan pada tahun 1998, lagu ini dijadikan official theme dari timnas sepakbola Jepang di FIFA World Cup tahun 1998. Sampai sekarang, lagu ini terus dijadikan cover dan single oleh beberapa artis terkenal di Jepang.

Note: Keterangan tambahan di atas sepenuhnya merupakan hasil rangkuman dan bukan kopipaste dari Pakde Wikipedia.

Art & Design · Design · Life Design · Tech Design

Simplicity

Saya merupakan penggemar TED sejak lalu, dan John Maeda adalah salah satu dari sekian pembicara yang saya kagumi.

Tonton video yang dibawakan oleh Pak Maeda. Isinya sangat menarik, menceritakan lebih jauh mengenai kesimpelan vs kekompleksan dalam candaan yang unik. Simplicity, dengan banyak pesan tersembunyi di dalamnya, ia mengaitkannya dengan kompleksitas, kehidupannya, pengalamannya yang aneh, hubungan (relationships anti baper) dan dengan komputer tua.

Mungkin dari kalian ada yang sudah menonton, atau kenal dengan Pak Maeda. Banyak dari video Pak Maeda memang terkenal dengan ke-absurd-anya, tapi sangat cerdas.

Yoi, jangan salah, orang yang lahir sebagai keturunan Jepang di USA ini merupakan Professor di MIT Media Lab, dan pernah menjabat rektor di Rhode Island School of Design, sekolah design nomor satu di USA. Sekarang aktivitas utamanya sebagai direktur desain di Auttomatic, perusahaan top yang menaungi wordpress ini.

Note: Video ini beresolusi rendah dan merupakan tantangan bagi kalian yang terbiasa melihat sesuatu yang bening.