Awesome Stories & Inspirations · Giving Matters · Stories

Unicorn bersayap plastik

Ada seekor ibu unicorn yang melahirkan bayi. Waktu mulai besar, ia menyadari kalau anaknya tidak bersayap.

Ibu unicorn bertanya, “Kenapa dia tidak bersayap?”

Sang unicorn pun melihat banyak unicorn lainnya terbang di langit. Lalu seorang anak laki-laki datang dan berkata kepadanya, “Kenapa kamu tidak bersayap?” Sang unicorn pun menjawab, “Aku memang tidak punya sayap, anak kecil”

Lalu anak kecil itu berkata, “Aku akan membuatkanmnu sayap plastik”

Anak kecil itu membuat sayap plastik untuk sang unicorn selam satu jam, dan kemudian mengenakannya pada unicorn. Ia bertanya, “Apakah aku boleh naik ke punggungmu dan terbang bersama?”, Sang unicorn menjawab, “Ya, tentu saja kamu boleh naik”

Lalu mereka berlari, dan sang unicorn mulai terbang… kemudian mereka berteriak, “Berhasil, berhasil!”

Setelah mereka puas terbang, lalu anak kecil itu turun dari punggung unicorn dan berkata, “Selamat unicorn, kamu bisa terbang!”

Anak kecil itu pulang ke rumah. Dia bercerita kepada ibu dan kedua adiknya. Sang unicorn hidup bahagia selamanya.

Tamat.

Karya: Nick Vujicic, ketika berumur 6 tahun.

Awesome Stories & Inspirations · Giving Matters · Life Design · Stories

Elingo dawuhe Imam Syafi’i

Pada hari ini, ketika melakukan kegiatan berlari-lari dalam dunia maya, saya secara tidak sengaja menemukan kata-kata mutiara dari idola besar, yaitu Gus Imam Syafi’i r.a.

أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَاٍ بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَان

“Saudaraku, ilmu tidak akan diperoleh kecuali dengan enam perkara yang akan saya beritahukan rinciannya: (1) kecerdasan, (2) semangat, (3) bersungguh-sungguh, (4) dirham (kesediaan keluarkan uang), (5) bersahabat dengan ustadz, (6) memerlukan waktu yang lama.”

Sebelumnya saya minta maaf karena mutiara di atas murni bukan dari saya, dan ini adalah kopipaste.

Tapi semoga barokah.

Awesome Stories & Inspirations · Giving Matters · Life Design · Stories

Keblinger

Setelah 20 tahun lamanya menjalani kehidupan, dalam menuntut ilmu, saya seringkali merasa gundah dengan niatan yang menyimpang dan ngawur. Saya sadar selalu saja ada niatan untuk sombong. Saya keblinger.

Mungkin ini dampak dari globalisasi.

Globalisasi (yang lagi-lagi) membuat kita berpandangan hebatnya persaingan, membuat kita mempunyai persepsi betapa beruntung dan bahagianya apabila kita memenangkanya. Mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan merupakan tujuan umat manusia sejatinya.

Namun semua itu secara tidak langsung mengubah tujuan hidup saya. Memang benar saya masih berusaha untuk mencari ilmu. Akan tetapi seringkali untuk mendapatkan gelar pendidikan sebagai tiket pengakuan, sehingga saya mendapatkan karir bagus, mengaku mampu dalam menghadapi kompetisi. Saya dapat menganggap diri sebagai manusia modern.

Tidak ada salahnya berkompetisi, asal itu yang benar-benar dalam kebaikan, bukan yang kelihatannya saja.

Perubahan hidup dari yang saya sampaikan adalah kesadaran adanya niat negatif, yang berdampak pada diri saya. Mungkin diantara kalian yang pernah mengalaminya boleh bersua.

Hati gelap saya akan bahagia jika mendapatkan teman yang juga keblinger.

 

Awesome Stories & Inspirations · Giving Matters · Stories

Nick

Nick Vujicic merupakan seorang dengan pribadi yang mengagumkan. Sejak lahir, ia mempunyai tubuh tanpa lengan dan hanya satu kaki kiri mungil. Ia sudah disiapkan dengan cobaan berat, bisa dibayangkan saat nanti ia beranjak tumbuh. Ia akan menghadapi bullying, perasaan ketidakadilan, kesedihan, dilihat aneh oleh yang lain, kesulitan beraktivitas menjadi seorang normal seperti pada umumnya, dan hal itu memang benar terjadi. Nick memang kesulitan, namun ia tidak putus asa.

Nick merupakan seoarng yang bermental kuat dan berpikiran positif. Ia menerima permasalahan dengan melihat sisi baiknya. Walaupun berkali-kali ia terbentur dengan keadaan dan harus mengalami kesedihan pada masa-masa yang suram. Nick merupakan seorang yang beriman, dan penganut Agama Kristen yang taat, dan hal ini selalu menjadi harapannya: “kepercayaan sebagai manusia yang beragama”.

http://mikevillavisuals.com

Menerima permasalahan menjadikan kita tidak terlalu khawatir terhadap dampak masalah yang seringkali dilebih-lebihkan oleh pikiran kita. Pemikiran memang dituntut untuk logis, namun seringkali tidak empiris. Seperti kata dari Nick:

Setiap permasalahan, bahkan yang terlalu berat sekalipun menurut pikiran kalian, tidak seburuk pada kenyataanya, dan seringkali merupakan pemicu kebahagiaan kita yang sesungguhnya.

Apabila para pembaca ingin mengetahui lebih jauh cerita perjalanan hidup Nick, bacalah bukunya, atau tonton videonya di youtube, dan bisa juga buka website NGO yang didirikan Nick, Life Wihtout Limbs.

Walaupun cerita saya terlihat kopipaste, tapi ini bukan. Ya… cuma salin dan edit (sadit). Anggap paragraf terakhir ini tidak ada, dan hanya ambil manfaat dari cerita Nick yang bermaksud menginspirasi kalian.

Awesome Stories & Inspirations · Giving Matters · Stories

Menerima

Zaman dahulu, jauh sebelum saya dan kalian lahir, nenek moyang dari nenek moyang, dan moyang… moyang… moyang…  hingga ke Nabi Adam as, menemukan sesuatu yang bernama “masalah”. Memang masalah selalu saja menjadi musuh bebuyutan manusia dan ia selalu datang.

Namun, manusia di dalam menghadapi masalah, terdapat dua sikap, yaitu menganggap  sebagai peluang diri; atau sebagai beban. Apakah manusia menganggap masalah sebagai peluang diri, yang di dalamnya terdapat peluang dalam ujian kehidupan yang berdampak pada kemajuan. Atau menganggap masalah sebagai murni suatu hal yang membenani, sehingga muncul pemikiran “jika saja ini tidak terjadi maka kita bisa sukses seperti yang diharapkan”.

Percayalah bahwa apa yang diharapkan dalam pikiran kita itu belum tentu benar dan seindah jika benar terjadi. Karena seringkali yang tidak sesuai, itulah yang lebih indah. Mengejutkan namun membahagiakan.

Allah SWT mengetahui sedang kamu tidak mengetahui (QS 2: 216)

Menghadapi permasalahan sebagai peluang diri, pada akhirnya memberi sikap manusia menerima permasalahan dengan baik.