Uncategorized

Sebulan dan akan lebih?

Hari kemarin, saya dapat peringatan dari WordPress, ketika buka buka dashboard admin. “Hoe! Iki meh sakwulan awakmu gak nulis blass! – begitu kira-kira notif yang saya terima (setelah saya translate dalam bahasa jawa, bahasa yang mudah mlebune neng ati).

Saya masih ingat kekhawatiran “nasi goreng hangat” dan harapan menulis lebih sering dalam cerita lalu. Oleh karena itu, dengan segala pikiran yang mulai mempersalahkan keadaan, saya, seorang lelaki yang belum utuh, mencoba untuk menulis lagi di blog ini.

Ibuk, doakan!

Uncategorized

Hasil menabung selama 3 tahun

Niatnya karena iri lihat si Ipin membedah tabungan recehannya dalam botol aqua kecil, mulai hari itu saya mengikuti langkahnya. 

Tapi gengsi lah kalau hanya nabung dalam aqua kecil. 

Kebetulan ada bekas botol Big Cola guede hasil pesta hura-hura bersama si Ardy, Adit, dan Hatta yang saya jadikan sebagai wadah, sekaligus target nabung recehan disitu. Biar nanti ganti si Ipin yang iri ngeliat saya pesta koin recehan yang lebih keren darinya. Biar dia nanti saya kasih sangu 100 x 100 rupiah.

*Ipin adalah teman kamar sebelah. Nama aslinya Barmawi Arifin. Hal paling menarik dari kita adalah: ketika saya dibonceng sepeda motor sama dia. Kaya angka 0 dan 1. Dia terlalu gemuk, dan saya terlalu kurus. Bahkan tangan saya tak sampai saling ketemu ketika nyabuk pas dibonceng. 

Waktu itu masih semester 4, juli 2014, koin pertama masuk dan saya begitu senangnya. Kemudian hari-hari berikutnya keadaan tetap menyenangkan, setiap kali habis dari indom*ret dapat susuk, langsung saya ceburkan dalam botol.

Ya… begitulah…

Dan hari-hari berlalu, hingga tiga bulan kemudian, hmm… saya merasakan betul perihnya pepatah sedikit demi sedikit lama lama… lama lama… lamaaa sekali… dan bahkan belum menjadi bukit, recehan dalam botol Big Cola pun separo tak terpenuhi.

Ada sih niat jahat menukar uang kertas dengan recehan, supaya lebih cepet. Tapi itu (hampir saja) saya lakukan. Untungnya keadaan saat itu saya fakir harta, menukar jatah makan untuk ditabung sama saja dengan harakiri.

Dendam saya, nanti kalau sudah terkumpul banyak, akan saya gunakan sebagai modal nikah, jalan-jalan, beli laptop gaming, beli hp anti air, beli tamiya dengan dinamo lilitan sendiri, dengan hanya sebotol Big Cola guede yang penuh recehan.

Mulai lagi berkhayal yang aneh-aneh, dan saya mulai lupa masalah nabung recehan ini, karena beban skripsi dan kawan-kawannya. 

Tapi setiap ada gemericik koin di saku, masih saya cemplungkan ke botol ~ yang kemudian saya juluki botol lubang hitam ~ karena setiap kali recehan masuk, saya amati tak naik-naik para koin dalam botol itu. 

Hingga tak terasa tiga tahun lebih, bulan Januari 2018, saya bedah botol yang sudah terisi penuh. Bedahnya pakai teknik el nido, haha, gausah lebar-lebar yang penting bisa buat keluar uang recehnya. Karena itu botol sakti, betapapun menyebalkannya, dia lah yang menjaga uang tabungan saya. Jadi selanjutnya akan saya pakai lagi untuk menabung yang batch 2, periode 2018-2021.

Jadi panen recehan ini ternyata sangat membuat saya senang. Ya… khayalana aneh2 (buat modal nikah atau apalah itu) sudah saya hiraukan. Berapapun hasilnya saya syukuri, dan tercatat 512.640 ribu rupiah*.

*Karena banyak kepingan seratus dan dua ratusnya.

Jadi tugas selanjutnya adalah menukar recehan itu di Indom*ret untum dapat uang kertas yang akan saya tabung di Jenius!. 

Saya memilih indom*ret, karena saya sering belanja disitu, dan dapat uang receh paling banyak juha dari situ. Jadi nanti mungkin… mungkin ya… nanti kalau dapat susuk, mungkin… itu adalah uang receh lama saya.

Uncategorized

Ketika konsep berubah jenuh menjadi konslet

Saya percaya membuat konsep itu bukan pekerjaan yang mudah. Tujuan tuk buat konsep memang hakikinya untuk mempermudah menemukan solusi. Tapi saya rasa prosesnya memperberat saya berpikir, menjadikan otak saya mode overclock, yang riskan panas dan mudah konslet.

Pembuatan konsep adalah dari proposisi yang terdiri dari variabel. Kalau variabelnya jelas variannya, ya tak terlalu sulit diracik proposisi dan dibuat konsepnya. Sayangnya banyak variabel dalam lingkungan kita yang variannya tidak jelas. Kalaupun jelas, variannya jelas-jelas abu-abu. Hmm… abu-abu.

Benar, saya tak mengada-ada. Membuat konsep itu bukan pekerjaan mudah, dan seperti di atas, anda pasti paham. Tapi kalau anda belum paham? Jadi begini, Konsepnya adalah….

Uncategorized

Aliran suasana hati

Jangan memaksakan yang seharusnya. Lepaskan kegundahan tentang segala hal…. dan sudahlah. Jangan memprediksi semua perkataan dan setting adegan dalam seperdetik masa depan hidup ini. Bahkan jangan memikirkan bagaimana semut-semut itu dapat menyebrang jalanan protokol di perkotaan.

Jikalau memang keadaan semakin menyeramkan tanpa intervensi pikiran saya, maka biarkanlah (saya mengatakan pada diri sendiri “biarkanlah”). Karena bukan intervensi yang sebenarnya selama ini telah saya lakukan. Hanya pencegahan ala ala traumatik yang menghancurkan.

Membuat keputusan, kebiasaan, dan kedewasaan butuh ketenangan. Memberi ruang pada pikiran untuk menerima aliran pada keadaan disetiap detik hidup ini, membuat suasana hati semakin tenang. Bukan karena tenang tak ada ombak, tapi tenang karena saya telah tahu, banyak dukungan yang saya dapat untuk hidup bersama ombak itu.

Aliran suasana hati ini, saat ini dan nanti, semoga semakin tenang, dengan menikmati aliran hidup ini.

Uncategorized

Kisah cinta

Kisah cinta ini menunggu bertahun-tahun memendam rasa, dengan terus memantaskan diri karena bukan siapa-siapa. Hanyalah pemuda yang memperbaiki akhlaknya, sedang kekayaan bukanlah miliknya. 

Bertahun-tahun menunggu, walau sudah saling menahu, kalau cintanya juga mencintainya. Namun kisah cinta ini telah siap untuk akhir yang pasrah. Beberapa kali mencoba mengikhlaskan, jikalau memang dia bukan pendampingnya.

Kisah cinta ini bukanlah saling diam memendam rasa, tanpa mengadukan pada yang Kuasa. Benar, sungguh mereka telah dinikahkan di langit, sebelum akhirnya dipersatukan di bumi.

Rasulullah SAW pun tersenyum bahagia, menunggu keponakannya datang, untuk meminang putrinya.

Inilah sepenggal kisah cinta Sayyidina Ali dan Fatimah Az-Zahra.

Uncategorized

Hai

Ini adalah cerita yang saya buat dari aplikasi wordpress. Walau tak begitu mendukung self-hosted site, tapi setidaknya berguna ketika ide menulis datang dan begitu menghilang secepat laju bis antarkota. Karena membawa laptop kemana-mana itu bukan pekerjaan mudah bagi punggung saya.

Uncategorized

Pemikiran sejenak #1

Jika pada cerita lalu saya hanya ingin sebuah foto sebagai inti utama cerita, kali ini saya akan membuat sub-topik baru dalam blog ini.

Pemikiran Sejenak….

Saya ingin berbagi pemikiran sejenak saya tentang apapun (benar-benar tentang apapun). Cuma yang saya ragukan selama ini adalah banyak dari pemikiran saya hanyalah termasuk kategori remeh temeh. Tidak penting (atau seringnya—sok penting) untuk dibaca apalagi dipahami masuk ke hati.

Tidak…! sekali lagi tidak. Karena pemikiran sejenak edisi pertama ini adalah:

“Pemikiran setiap orang berbeda; identik iya, tapi tak ada yang sama. Kenyataan bahwa pemikiran kita harus dapat diterima setiap orang hanyalah ilusi, karena yang terpenting adalah: Apakah saya menerima keunikan pemikiran setiap orang sehingga tidak lagi mengagungkan kebenaran mutlak dari saya? ”

Fokusnya adalah penerimaan saya sendiri, bukan di penerimaan orang lain.

Uncategorized

Auto pilot

Thinking is a high energy activity; is takes a lot of energy to think. So whenever we think, we try to think as short as possible, and then we return to auto pilot. Over 95% of our life, we run on auto pilot.  – Paul Rulkens –

Cerita kali ini lebih berbagi video TEDx Maastricht tentang bagaimana menjadi mayoritas itu adalah baik dan membuat kita “normal”. Pesan yang ingin disampaikan oleh Pak Rulkens adalah betapa banyak orang normal yang membentuk norma mereka sendiri di dunia ini.

Kita menjadi berpikir di dalam kotak, yang bahkan kotak itu sangat kecil, tanpa kita sadari, sehingga banyak dari hidup kita ternyata berlajan dengan mode auto pilot. Mode ini diibaratkan bahwa kita seperti tidak memegang kendali penuh dalam hidup kita sendiri.

Jadi…

Jadilah seperti yang kalian inginkan. Jadilah dari bagian kaum 97% yang “normal” atau memilih kaum 3% yang tidak normal, yaitu mereka yang benar-benar diluar kotak.

Tidak ada jawaban benar dan salah, karena ini adalah opini. Dan tidak ada doktrin dalam cerita ini (^_^), karena yang berhak mempercayainya adalah kalian — ini tentang pilihan kalian, lebih tepatnya tentang pilihan akan apa yang kalian lakukan dalam waktu terbanyak hidup kalian. Jadi setelah ini, kalian memilih mempercayakan pada auto pilot, atau lebih mau bersusah payah berpikir?.

Sebenarnya video ini adalah jamu dari kepenatan minggu-minggu ini.

Uncategorized

Meditation

If we calm our mind, we’re somehow able to pick up things better in our environment, which also make sense in terms of how divided our mind is with regards to multitasking and so forth when our mind is very settled then we’re able to literally see more things, register more.

– Emma Seppala –