Stories

Ketika berpikir atau terpikir, tulis !

Bepikir atau terpikir…

Saya lebih senang berpikir, dan lebih sering terpikirkan, terbesit suatu gabungan premis tentang kejadian apapun. Di sekitar saya ketika bersepeda motor ria. Saat menunggu hujan reda. Saat berjalan. Saat adzan (bahkan), karena opini saya, kita dimampukan multi-berpikir dalam satu saat itu.

Inilah anugrah terindah dari Allah SWT.

Sedang anugrah lain yang tak kalah indah adalah menulis. Kita tahu betapa hebatnya kekuatan menulis… dan apa-apa yang tertulis. Sebut saja perihal hukum, tentu lebih kuat yang tertulis, e.g: konstituensi, undang-undang, perjanjian tertulis. Perihal sastra dan yang enak dibaca, e.g: mahakarya novelis tersohor seperti Andrea Hirata, J.K Rowling, Dan Brown. Dan perihal utang-mengutang, tentu lebih kuat tertagih utang saya yang tertulis.

Dua anugrah berpikir dan menulis, tapi peleburan keduanya, justru yang terjadi adalah (malas) berpikir (apalagi) menulis.

Saya tahu, mengalami, dan anda juga, mungkin.

Solusi yang coba saya terapkan adalah: “Ketika berpikir atau terpikir, tulis !” dimanapun, kapanpun, nulisnya lewat apapun. Dan lagi, tambahan buat saya adalah #tantangan30hari menulis, yang telah saya deklarasi pada cerita sebelumnya. Saya tidak begitu menyukai paksaan, namun mencoba mengalami “jatuh cinta karena terpaksa” atau yang wong jowo bilang “witing tresno jalaran soko dipekso” (*dengan sedikit editan dari saya)

#tantangan30hari #ke-1 #tercapai #huyeh

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *