Uncategorized

Aliran suasana hati

Jangan memaksakan yang seharusnya. Lepaskan kegundahan tentang segala hal…. dan sudahlah. Jangan memprediksi semua perkataan dan setting adegan dalam seperdetik masa depan hidup ini. Bahkan jangan memikirkan bagaimana semut-semut itu dapat menyebrang jalanan protokol di perkotaan.

Jikalau memang keadaan semakin menyeramkan tanpa intervensi pikiran saya, maka biarkanlah (saya mengatakan pada diri sendiri “biarkanlah”). Karena bukan intervensi yang sebenarnya selama ini telah saya lakukan. Hanya pencegahan ala ala traumatik yang menghancurkan.

Membuat keputusan, kebiasaan, dan kedewasaan butuh ketenangan. Memberi ruang pada pikiran untuk menerima aliran pada keadaan disetiap detik hidup ini, membuat suasana hati semakin tenang. Bukan karena tenang tak ada ombak, tapi tenang karena saya telah tahu, banyak dukungan yang saya dapat untuk hidup bersama ombak itu.

Aliran suasana hati ini, saat ini dan nanti, semoga semakin tenang, dengan menikmati aliran hidup ini.

Uncategorized

Kisah cinta

Kisah cinta ini menunggu bertahun-tahun memendam rasa, dengan terus memantaskan diri karena bukan siapa-siapa. Hanyalah pemuda yang memperbaiki akhlaknya, sedang kekayaan bukanlah miliknya. 

Bertahun-tahun menunggu, walau sudah saling menahu, kalau cintanya juga mencintainya. Namun kisah cinta ini telah siap untuk akhir yang pasrah. Beberapa kali mencoba mengikhlaskan, jikalau memang dia bukan pendampingnya.

Kisah cinta ini bukanlah saling diam memendam rasa, tanpa mengadukan pada yang Kuasa. Benar, sungguh mereka telah dinikahkan di langit, sebelum akhirnya dipersatukan di bumi.

Rasulullah SAW pun tersenyum bahagia, menunggu keponakannya datang, untuk meminang putrinya.

Inilah sepenggal kisah cinta Sayyidina Ali dan Fatimah Az-Zahra.

Photography

Fotografi fantastis #3

Diwaktu kecil, saya sangat mengagumi kereta api. Barang besi ini sering saya amati detil, mulai dari cerobong asap pembakaran sampai roda bawahnya; mulai lokomotif sampai gerbong barang paling belakang. Bahkan dari rel-relnnya, bagaimana mereka bersambungan dan bersilangan, bagaimana bentuk rel ketemu roda si kereta.

Saya merekam apa hasil amatan saya itu–sebagai bahan menggambar bebas di kertas dalam buku-buku pelajaran saya. Kebiasaan menggambar bebas ini saya tekuni dari SD sampai kuliah–sampai sekarang walaupun hasilnya tidak ada yang dapat dikatakan “wah”, tapi tujuannya memang untuk menyalurkan rekaman bayangan dipikiran ini, dan merupakkan kegiatan yang “menyelamatkan saya” di waktu-waktu yang membosankan.

Oleh karena itu, saya tertarik mencari hasil fotograsi fantastis bertemakan kereta api, dan saya menemukannya:

© István Forgács, Hungary, Shortlist, Architecture, Open, 2013 Sony World Photography Awards

Awesome Stories & Inspirations · Giving Matters · Stories

Mulai keteteran…

Cerita ini terkait tantangan 30 hari yang telah saya deklarasikan. Keadaan sekarang telah memasuki 10 hari terakhir dan saya merasa keteteran.

Keteteran membuat saya menjadi pesimis.

Mereka bilang apapun hal yang kita lalukan, tahap lepas landasnya adalah yang tersulit. Saya pikir prakiraan selanjutnya, ketika sudah lepas landas dan mulai membiasakan menulis setiap hari akan semakin mudah, dan eh, ternyata semakin sulit dan kebangetan.

Saya menjadi mulai berpikiran bahwa hal mudah mungkin hanyalah ilusi yang diperagakan demo produk pembersih lantai dan iklan lima detik di youtube. Kenyataannya, ketika menemui hal sulit, tahap selanjutnya akan semakin sulit, sulit kebangetan, dan mendekati mustahil. Akhirnya lambat atau cepat  “door!”… film pun berhenti–mati ditengah jalan karena listrik padam.

Tersirat niatan tidak menyerah…. tapi saya berpikir: bagaimana membuat film tetap berjalan walau listrik padam, dan kita tak punya genset atau bahkan aki?

Nah…. itu dia! Aha ha!

Jawabannya: walau proses tantangan menulis ini semakin sulit, kebangetan, atau nanti mendekati mustahil untuk ditaklukkan, bahkan nanti ada firasat mustahil sekalipun? jika saya tetap menulis saya akan tetap menaikkan presentase untuk menyelesaikan tantangan 30 hari ini.

Gak ngurus entah setiap hari semakin setress, dan berapa kali trik simpan cerita–untuk publikasi diwaktu malas, atau trik-trik berlabel abu-abu lainnya yang telah saya lakukan. Asalkan pada dasarnya saya tetap menulis untuk menyelesaikan tantangan ini! karena tidak ada cara lain untuk menyelesaikannya, selain menulis!.

Karena tantangan 30 hari edisi ini adalah menulis, dan untuk pertanyaan bagaimana membuat film tetap berjalan walau listrik padam, dan kita tak punya genset atau bahkan aki? sudahlah bin… kenapa menggunakan analogi itu? hmm…

 

Awesome Stories & Inspirations · Giving Matters

Pemikiran sejenak #2

Banyak khalayak bilang perubahan itu hal konstan di era ini, dan padahal faktanya adalah iya. Saya mengiyakan karena perubahan itu pagi-siang-sore-malam. Maksud saya: sekalipun kita mau atau tidak mau berubah, sekitar kita selalu berubah dengan konstannya.

Tinggal kita mau berubah, atau terpaksa berubah. Namun ketika saya terpaksa berubah, latar “terpaksanya” itu membuat suasana menjadi tidak keren.

Menerima perubahan seakan memiliki lawan arti dari memaksa untuk berubah. Kontradiksinya “terpaksa menerima” untuk berubah.

Saya tidak tahu, tapi yakin. Banyak alasan yang  dijelaskan dengan mudah untuk menjawab “apa yang membuatmu berubah?”, namun lebih banyak alasan yang penjelasannya rumit.

Dan ada alasan yang tidak masuk akal.

Sejenak berpikir, mengulas balik dari pengalaman saya:

Sering dalam keadaan-keadaan yang jarang, kebosanan adalah pendorong terkuat saya untuk berubah. Tapi sesekali, saya berubah… dan berubah… menjadi bosan untuk berubah.

Karena semua adalah perubahan, saya menyadari tidak ada jalan lari dari perubahan. Saya tidak memiliki kendali, dan sesekali hanya merasa menerima kendali untuk menolak terkendali.

Uncategorized

Hai

Ini adalah cerita yang saya buat dari aplikasi wordpress. Walau tak begitu mendukung self-hosted site, tapi setidaknya berguna ketika ide menulis datang dan begitu menghilang secepat laju bis antarkota. Karena membawa laptop kemana-mana itu bukan pekerjaan mudah bagi punggung saya.

Quotes

Akhirnya kau hilang

Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu di mana-mana. Di udara dingin yang menyusup di bawah pintu atau di baris-baris puisi lama yang diterjemahkan dari bahasa-bahasa jauh. Di sepasang mata gelandangan yang menyerupai jendela rumah berbulan-bulan tidak dibersihkan atau di balon warna-warni yang melepaskan diri dari tangan seorang bocah.

Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu di jalan-jalan yang lengang atau bangku-bangku taman yang kosong. Aku menemukanmu di salju yang menutupi kota seperti perpustakaan raksasa yang meleleh. Aku menemukanmu di gerai-gerai kopi, udara, dan aroma makanan yang kurang atau terlalu matang.

Aku menemukanmu berbaring di kamarku yang kosong saat aku pulang dengan kamera dan kepala berisi orang-orang murung yang tidak kukenal. Kau sedang menyimak lagu yang selalu kau putar. Buku cerita yang belum kelar kau baca telungkup bagai bayi tidur di dadamu. Tidak sopan, katamu, mengerjakan hal lain sambil menyimak kesedihan dinyanyikan.

Akhirnya kau hilang. Kau meninggalkan aku — dan kenangan kini satu-satunya masa depan yang tersisa.

Puisi Akhirnya Kau Hilang – oleh Aan Mansyur

Awesome Stories & Inspirations

Allah adalah Dzat Maha Penolong

Saya kira, kita selalu dirundung masalah… dan masalahnya bukan itu. Akan tetapi masalahnya, kita sering larinya ke arah yang salah. Sering curhat ke semua teman, mengeluh disana sini, dan apa yang saya rasakan justru tambah melebar-lebar permasalahan hidup saya.

Itu karena saya sering lupa bahwa Allah adalah Maha Penolong… Allah tidak pernah lupa.

Akhirnya, melihat diri saya dengan segenap kefakiran, kehinaan, kerendahan diri, cela pikiran dan kemunafikan yang bertahun-tahun saya pelihara. Hanya satu jalan kembali, yaitu dengan meminta pertolongan-Nya.

Semoga saya, dan anda semua semakin dekat dan menyadari betapa hakikinya pertolongan itu hanya dari Allah SWT.

Wallahu A’lam Bishawab….

Awesome Stories & Inspirations · Photography

Fotografi fantastis #2

Foto pada malam ini adalah salah satu dari sekian banyak foto mengagumkan dari proyek National Geographic yang berjudul “Out of Eden Walk”.

Mengapa proyek dari salah satu yayasan terbesar pada bidang non-profit scientific and educational institutions dinamakan demikian, memang karena latar belakang foto-foto yang diambil adalah hasil dari tapak tilas perjalanan Paul Salopek mulai tahun 2013 (dia sekarang sampai kota Jeddah, Saudi Arabia).

Kisah Paul menemukan cerita tentang alur migrasi nenek moyang manusia ini merupakan yang pertama paling lama dan mendalam, karena perjalanan paul menyusuri sejarah ini adalah dengan metode slow journalism, yaitu dengan berjalan kaki, dari Ethiopia sampai ujung paling selatan Chile, sepanjang 21.000 mil.

Belum tahu kapankah dia akan menyelesaikan perjalannya. Namun, beberapa cerita berkesan tentu telah didapatkan. Salah satunya adalah foto berikut:

Searching for Signals

Foto yang di atas adalah salah satu karya John Stanmeyer dari rangkaian foto-fotonya yang mengagumkan menangkap perjalanan Paul di kota Djibouti City. Beberapa orang yang merupakan imigran dari Afrika ini terlihat mengangkat tangan mereka yang memegani ponsel, untuk mencari sinyal yang dari negara tetangga mereka, yaitu Somalia. Tujuan mereka mendapat sinyal adalah untuk berhubungan dengan sanak kerabat mereka yang tinggal di negara itu.

Memang selama lebih dari 60.000 tahun manusia telah menjalin hubungan sosial yang erat untuk menjaga keberlangsungan mereka, bagaimanapun metode komunikasi yang digunakan telah berkembang.

Quotes

Ozymandias

I met a traveler from an antique land
Who said: “Two vast and trunkless legs of stone
Stand in the desert . . . Near them, on the sand,
Half sunk, a shattered visage lies, whose frown,
And wrinkled lip, and sneer of cold command,
Tell that its sculptor well those passions read
Which yet survive, stamped on these lifeless things,
The hand that mocked them, and the heart that fed:
And on the pedestal these words appear:
‘My name is Ozymandias, king of kings:
Look on my works, ye Mighty, and despair!’
Nothing beside remains. Round the decay
Of that colossal wreck, boundless and bare
The lone and level sands stretch far away.”

Puisi “Ozymandias” – Percy Bysshe Shelley

Stories

Jerman dan mittelstand-nya

Dulu… negara ini mendapat perlawanan dari negara-negara eropa dan Amerika Serikat karena ideologi nazi-nya yang melahirkan perang dunia ke-dua. Sekarang negara ini mendapat tekanan dari negara yang sama gara-gara perkembangan perekonomiannya yang sangat baik dan dituduh terlalu kuat untuk uni eropa.

Terlepas dari jadi buruk dimusuhi dan jadi baik membuat iri, memang Jerman merupakan negara yang keren karena keunikan dan the-german-ways nya yang selalu membuat iri seluruh dunia.

Mereka menyebutnya model bisnis mittelstand. Walau pengertian dari istilah ini masih banyak menimbulkan kebingungan karena terlalu khas Jerman baik nama dan cara prakteknya. Dalam negara kita, model mittelstand ini dapat dikatakan UKM (Usaha Kecil dan Menengah).

Memang dari dulu jenis usaha ini yang diprediksi paling mampu membawa kemajuan perekonomian suatu negara. Dan sekarang terbukti.

Karena saya tidak punya pengetahuan mendalam tentang bisnis (tapi sangat tertarik dengannya), maka cerita ini akan lebih berbagi cerita dari ulasan yang menurut saya dapat dipercaya (Harian Telegraph, The Economist, Harvard Business Review 1 dan 2). Sila anda baca dengan meng-klik laman web tersebut, dan mari berbagi pemikiran disini.

Untuk yang lebih tertarik melihat video, ada dua yang saya pillih karena ke-singkat-an videonya dan menarik (karena membuat saya tidak mengantuk):

 

Stories

Reprise

Lama tidak membuat cerita sharing lagu, kali ini saya memilih karya sang maestro Joe Hisaishi dari Jepang. Lagu Reprise merupakan soundtrack dari film legendaris “Spirited Away” tahun 2001. Saya akui film karya Hayao Miyazaki ini memang keren, begitu juga dengan lagu-lagu pengiringnya.

Karya Joe Hisaishi memang banyak yang keren. Saya menemukan beberapa koleksi dalam salah satu albumnya, yaitu “Super Sound Collection” dan “The Tokyo Concert” yang memang sering saya jadikan playlist istimewa di spotify.

Semoga nanti ada cerita tersendiri tentang koleksi-koleksi terbaik Joe Hisaishi tersebut.

Stories

Gintama

Dari anda yang sudah kenyang dengan suguhan anime satu ini, pasti tahu betapa campur aduk antara serius-lelucon-vulgar-kehidupan menjadikan anime gintama adalah salah satu anime terbaik sepanjang masa.

Saya sendiri sangat suka dengan pernyataan tokoh utama Sakata Gintoki kalau anime ini tidak punya tujuan akhir yang jelas.

Sebenarnya banyak dari pernyataan tokoh utama ini yang saya kagumi, karena ketidak-dan-kejelasannya.

Sudahlah….

Bagi anda yang belum kenyang atau yang masih mencoba dan mencicip-cicipi anime ini, mohon segera mawas diri. Karena resiko untuk menontonnya lebih lanjut dalam jangka pendek dan panjang sangat nyata bagi diri anda.

Saya merasakan twist dampak baik dan buruk dari anime ini.

Yang penting don~dake!

Uncategorized

Pemikiran sejenak #1

Jika pada cerita lalu saya hanya ingin sebuah foto sebagai inti utama cerita, kali ini saya akan membuat sub-topik baru dalam blog ini.

Pemikiran Sejenak….

Saya ingin berbagi pemikiran sejenak saya tentang apapun (benar-benar tentang apapun). Cuma yang saya ragukan selama ini adalah banyak dari pemikiran saya hanyalah termasuk kategori remeh temeh. Tidak penting (atau seringnya—sok penting) untuk dibaca apalagi dipahami masuk ke hati.

Tidak…! sekali lagi tidak. Karena pemikiran sejenak edisi pertama ini adalah:

“Pemikiran setiap orang berbeda; identik iya, tapi tak ada yang sama. Kenyataan bahwa pemikiran kita harus dapat diterima setiap orang hanyalah ilusi, karena yang terpenting adalah: Apakah saya menerima keunikan pemikiran setiap orang sehingga tidak lagi mengagungkan kebenaran mutlak dari saya? ”

Fokusnya adalah penerimaan saya sendiri, bukan di penerimaan orang lain.

Stories

2th ICSEN

Saya bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk turut serta dalam 2th International Conference on Special Educational Needs di Univesitas Pendidikan Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih pada Yayasan Peduli Kasih ABK karena telah mewadahi A-Z kebutuhan dan dukungan selama ini.

Saya juga berterima kasih pada dokter Taat Tigore, dengan kerendahaan hati beliau dan bantuan berlimpah yang beliau berikan pada saya, juga pada Pak Iwan dan Bu Ernie Siregar. Tak lupa terima kasih saya pada mas dan bapak ojek online yang selalu setia menemai saya berduaan di sepanjang jalan Kota Bandung,.

Pengalaman ini sungguh luar biasa.

Seminar ini mengundang pembicara inti Prof. Kawaii dari Hiroshima University, Dr. Bari dari SEAMO SEN, dan Dr. Seto Mulyadi (Kak Seto-nya kita).

Beliau-beliau ini membawakan materi yang menarik, mengusung fokus pada: 1) pendidikan untuk ABK dengan metode peer-to-peer, 2) bagaimana ABK juga mempunyai kesempatan yang sama dalam dunia kerja, dan 3) bagaimana membuat ABK tumbuh subur, mengeluarkan potensinya yang unik dalam lingkungan yang ramah. Hemat saya, memang sesi simposium ini memberikan pencerahan, penyemangat, dan merilekskan, tanpa menghilangkan kenyataan bahwa betapapun kompleksnya masalah ABK, kita tidak sendiri. Banyak dari kita yang peduli.

Saya dan rekan-rekan (terima kasih pada mbak Yaya, mas Bayu, dan Dr. Sawitri) turut serta dalam seminar ini dalam rangka menyampaikan hasil awal PKABM (Program Peduli Kasih ABK Berbasis Masyarakat) melalui paper yang berjudul “Penerimaan Orang Tua sebagai bagian dari Penanganan ABK Melalui Kerjasama Orang Tua, Keluarga, dan Masyarakat Sekitar”.*

*ingin tahu lebih lanjut sila kunjungi web yayasan kami ya….

Saya bahagia dapat mewakili rekan-rekan untuk mempresentasikan ketertarikan yayasan. Saya juga senang karena dapat saling berbagi, bertanya, dan saling memberi dukungan kepada seluruh presenter dalam sesi diskusi paralel. Meskipun keterbatasan dari saya yang tidak mampu menyerap seluruh pembelajaran dari sekian banyaknya presenter yang membawakan ide, solusi, dan fokus masalah yang berbeda-beda dari sisi anak berkebutuhan khusus dan lingkungannya.

Intinya:

Bagi saya adanya seminar salah satu tujuan yang diharapkan adalah menyemarakkan isu. Isu penting, seperti pendidikan bagi anak berkebutuhkan khusus (ABK). Selain itu, seminar juga wadah berbagai peneliti dan inisiator untuk menyuarakan solusi-solusi kreatifnya atas permasalahan ABK yang kompleks. Tentunya, menyuarakan dalam pengertiannya telah ada tindakan-tindakan kecil yang kita lakukan, untuk selanjutnya disatukan, dipadukan, sehingga menghasilkan kumpulan dampak yang meluas.

Semoga kita terus dapat fokus memuliakan ABK dengan melihat peran pribadi kita masing-masing > seperti pada saya sendiri > bahwa dimanapun dan kapanpun selalu terdapat peran saya pada mereka, selalu terdapat peran kita terhadap mereka. Karena saya sadari, peran mereka terhadap kita pun juga selalu ada. Mereka selalu membuat kita menjadi seorang manusia yang lebih baik, dengan keluruhan dan keunikan mereka.

Photography

Fotografi fantastis #1

Sudah cukup wahai tulisan-tulisan… jangan memaksa saya untuk menahan adanya foto-foto dalam blog ini dengan dalih menghambat imajinasi.

Saya tegaskan, kali ini saya hanya ingin memanjakan mata dan pikiran.

Saya putuskan, setiap jumat malam (jangan kebalik malam jumat), akan ter-publish cerita yang berisi hal utama adalah sebuah “foto”.

Sebuah foto pillihan, hasil fotografi yang menurut saya fantastis, dan ini dia edisi pertama:

fotografi-fantastis-1

The colors of Grand Prismatic Spring in Yellowstone come from thermophiles: microbes that thrive in scalding water.

Publikasi foto ini secara asli terdapat dalam laman: Learning to Let the Wild Be Wild in Yellowstone pada bulan Mei 2016