Stories

(Bukan) perayaan tantangan 30 hari

Cerita pemikiran sejenak edisi ke 3 kemarin adalah hari terakhir dari serangkaian perjalanan menulis dalam tantangan 30 hari yang saya deklarasikan. Memang tak terasa sudah, dan tantangan ini akhirnya selesai.

Ini yang saya rasakan:

  1. Bahagia? ehm… ya bisa, ya tidak. Karena selama ini saya memang bukan penulis, dan dipaksa menulis selama 30 hari adalah sesuatu yang gado-gado. Kadang bersemangat, menyenangkan, menjenuhkan, menyedihkan, dan akhirnya membiasakan.
  2. Terbiasa? ehm… ya mungkin. Karena saat ini saya merasa lebih percaya diri (lebih tepatnya tidak mikir terlalu mbulet) apa-apa yang akan saya tulis.
  3. Penulisan? ehm… tidak cukup peduli. Hehe, saya tidak peduli apapun tulisan saya, sejelek atau sebagus apapun, dan haruskah ikut peraturan harus fokus pada satu topik, aturan SEO penulisan atau yang semacam kawan-kawannya? saya memakai plugin Yoast SEO yang menilai hampir setiap tulisan saya adalah: Readibility: Not Good; SEO: Not available > gak tak pikirin.
  4. Tergugah? ehm… baru terbangun. Karena kemudian saya menjadi lebih suka untuk menuangkan pemikiran dan cerita dalam tulisan, yang sebelumnya saya tuangkan dalam dialog-dialog imajinasi pikiran saya.
  5. Terus? ehm… Insyallah. Karena ke depan saya akan tetap menulis, tapi ya nggak setiap hari lah ya. Setidaknya akan lebih sering dari apa-apa yang saya tulis pada sebelum tantangan ini.

Lima poin di atas adalah yang saya rasakan selama menjalani tantangan menulis 30 hari ini. Walau masih banyak dari standar kebagusan menulis yang belum tercapai. Karena standar itu sangat subyektif, jikalau saya boleh membela diri hehe. Tapi yang terpenting adalah dampaknya.

Dampak awal yang saya harapkan adalah agar saya tidak berpikir berlebihan, lebih konsisten, dan persisten.

Dampak nyata yang saya terima adalah “Alhamdulillah”, yang artinya ada kemajuan pada tiga harapan tersebut.

Yang paling utama adalah: pada pikiran saya semakin terarah. Menulis memperkosa pikiran saya agar tidak ngelantur dan bergumam negatif kemana-mana. Menulis membuat saya mudah fokus untuk mencurahkan isi dari pikiran ini. Dan selama 30 hari ini, saya belajar konsisten dengan segala cara (entah menulis lewat laptop, hp, atau tulisan tangan…, yang penting setiap hari menulis).

Yang paling seru adalah: menulis, atau saya katakan secara luas tantangan 30 hari membiasakan hal baik ini membuat saya mendapat pengalaman tak terduga sebelumnya. Seperti menata paving dalam jalanan yang lebar nan panjang, tantangan 30 hari membuat saya semakin pede untuk mencapai hal-hal besar, dengan langkah-langkah kecil.

Namun, permainan baru dimulai. Pada akhirnya ini adalah awalan. Tantangan 30 hari akan saya jalani kembali dengan membiasakan hal baik lain. Saya akan deklarasikan lagi tanggal 1 Januari 2018. Ya… mengapa harus menunggu tanggal itu? biar dikata punya resolusi tahun baru lah. gitu.

Sebagai penutup, menulis tentu akan tetap menjadi kebiasaan saya. Ibarat 30 hari adalah masa roket lepas landas, nanti akan ada cerita “Kebiasaan 60 hari” sebagai masa roket menembus langit, sebagai lanjutannya.

Jadi, Alhamdulillah…