Awesome Stories & Inspirations · Giving Matters

Berpikir lebih luas

Segala sesuatu kejadian apapun di alam semesta ini tidak akan ada tanpa seizin-Nya. Menyadari hal tersebut, membuat kita mengagumi bahwa Allah SWT lah yang hanya mempunyai kekuatan untuk mengatur segala sesuatu, sekecil apapun dalam setiap detailnya. Insipari pembuka ini adalah dari tulisan indah dari Harun Yahya.

Manusia merupakan makhluk paling mulia, yang paling dicintai Allah. Namun manusia juga, merupakan makhluk yang paling mudah terkabur dan takabur pemikirannya. Kyai Syairozi dawuh bahwa makhluk satu ini dimodel bisa melakukan sesuatu, padahal sejatinya tidak bisa. Oleh karena itu kebanyakan dari mereka merasa bisa, sehingga sering lupa akan siapa Yang Maha Kuasa.

Sedangkan banyak dari manusia yang merasa menderita, kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan, merasa tidak bisa, pesimistis, sehingga berujung ke dalam pemikiran yang menyimpulkan bahwa kehidupan yang mereka alami tidak adil dan ada sesuatu yang salah. Walaupun keadaan berbalik dari yang saya ceritakan di atas, kaum manusia yang diranda masalah kesulitan ini, juga merupakan manusia yang lalai akan siapa Yang Maha Kuasa.

Pemikiran yang semakin sempit dan redup, kita alami ketika permasalahan hidup semakin tinggi. Pemikiran demikian pada akhirnya dapat berujung pada dua hal, yakni ia terus menerus menuju kegelapan dan kesempitan yang akhirnya menjepitnya, membuat ia melakukan hal yang ceroboh, yang akan ia sesali bahkan ketika sudah mati kemudian. Atau berujung pada adanya penemuan secercah harapan, akan sinar yang datang dari Allah SWT, sehingga tersadar, bahwa kejadian yang menimpa dirinya merupakan bentuk tali dari Allah agar ia tidak keluar dari kasih sayang-Nya.

Allah lebih senang jika hamba-hambanya dapat kembali lagi ke surga-Nya. Namun demikian, banyak dari kita yang sering khilaf, sehingga Allah memberi kebijakan dan pengingat agar kita tetap berada dalam jalur yang benar.

Setiap permasalahan dalam hidup kita, apabila dimaknai sebagai rambu-rambu dari Tuhan untuk mengarahkan, dan menaikkan derajat manusia, sehingga pada akhirnya akan membawa kebahagiaan sejati, tentu hal ini akan membuat hidup menjadi lebih tenang, dan berkah.

Menjadi pemikir yang demikian tidak mudah dalam prakteknya. Karena tidak seperti praktek yang ada yang dibuat manusia, praktek menjadi pemikir yang bijak membutuhkan waktu seumur hidup. Saya pun dalam hal ini masih belajar terus menerus, walaupun pada akhirnya saya masih tetap belajar, dan belajar. Kalian merupakan wadah belajar bagi saya.

Semoga Allah SWT menjadikan kita orang yang beruntung pada akhirnya.