Book Reviews

The art dealing with people

Buku karya Les Giblin satu ini merupakan bacaan yang mudah dipahami yang mengandung nasehat-nasehat penting bagaimana kita seharusnya berhubungan dengan orang lain sebagaimana seharusnya, seperti yang benar-benar kita harapkan.

Pikiran saya ketika pertama kali melihat buku ini adalah ‘kecil, tipis, dan ringkas’. Oke, ini enteng.

Buku ini memang berukuran kecil, dan mempunyai 88 halaman. Namun isinya ditulis dengan rapi, padat, dan memperhatikan apa yang benar-benar ada penting.

The Art of Dealing with People

The Art of Dealing with People menurut saya sangat bagus untuk mengubah cara pandang untuk memenangkan hati diri sendiri dan orang lain. Hal yang sangat saya suka dari karya Giblin yang ringkas ini adalah tidak ada satu nasehat pun yang diberikan Giblin agar kita menggunakan cara ‘dahsyat’, untuk memanipulasi hubungan kita dengan orang lain. Semua nasehat yang diberikan merupakan langkah yang bersifat jangka panjang, tidak ada jalan pintas untuk memberi kita kemampuan mahir dalam bersosial.

Inti dari buku ini menjabarkan secara logis mengenai bagaimana berparadigma terhadap kebutuhan manusia mendasar mengenai ‘berhubungan sosial dengan orang lain’. Banyak nasehat yang ada berdasarkan pendapat ahli, seperti Sigmund Freud yang menjabarkan mengenai sifat dasar perilaku manusia, yakni id, ego, dan super ego. Memahami hal ini memberikan perspektif baru, yakni sejatinya kita semua ingin berhubungan baik dengan sesama, namun seringkali cara yang kita lakukan tidak tepat, terjadi kesalahan pandangan antar masing-masing aktor disini.

Sekali lagi, buku ini merupakan bacaan yang ringkas, dan kalian bisa menghabiskannya salam sekejap saja. Namun saya tidak menyetujui praktek membaca kilat, membaca cepat, atau istilah lain itu, yang kalian terapkan untuk membaca buku ini, atau pun buku-buku jenis lainnya. Seni membaca menurut saya adalah bagaimana kita menyelam ke dalam dunia yang kita mencari harta tersembunyi, dengan kesabaran dan perasaan senang, penuh pemaknaan sebagai bekal berharga sepanjang masa. Oleh karena itu, saya sangat menganjurkan membaca buku ini dengan santai, dan memberi jarak, yakni selesaikan satu bab. Cobalah praktekkan.