Quotes · Stories

You have to do it yourself

Nobody is going to do your life for you. You have to do it yourself, whether you’re rich or poor, out of money or making it, the beneficiary of ridiculous fortune or terrible injustice. And you have to do it no matter what is true. No matter what is hard. No matter what is unjust, sad, sucky things befall you. Self pity is a dead end road. You can make the choice to drive down it. It’s up to you to decide to stay parked there or to turn around and drive out – Cheryl Stryed.

Awesome Stories & Inspirations · Giving Matters · Life Design · Stories

Elingo dawuhe Imam Syafi’i

Pada hari ini, ketika melakukan kegiatan berlari-lari dalam dunia maya, saya secara tidak sengaja menemukan kata-kata mutiara dari idola besar, yaitu Gus Imam Syafi’i r.a.

أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَاٍ بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَان

“Saudaraku, ilmu tidak akan diperoleh kecuali dengan enam perkara yang akan saya beritahukan rinciannya: (1) kecerdasan, (2) semangat, (3) bersungguh-sungguh, (4) dirham (kesediaan keluarkan uang), (5) bersahabat dengan ustadz, (6) memerlukan waktu yang lama.”

Sebelumnya saya minta maaf karena mutiara di atas murni bukan dari saya, dan ini adalah kopipaste.

Tapi semoga barokah.

Awesome Stories & Inspirations · Giving Matters · Life Design · Stories

Keblinger

Setelah 20 tahun lamanya menjalani kehidupan, dalam menuntut ilmu, saya seringkali merasa gundah dengan niatan yang menyimpang dan ngawur. Saya sadar selalu saja ada niatan untuk sombong. Saya keblinger.

Mungkin ini dampak dari globalisasi.

Globalisasi (yang lagi-lagi) membuat kita berpandangan hebatnya persaingan, membuat kita mempunyai persepsi betapa beruntung dan bahagianya apabila kita memenangkanya. Mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan merupakan tujuan umat manusia sejatinya.

Namun semua itu secara tidak langsung mengubah tujuan hidup saya. Memang benar saya masih berusaha untuk mencari ilmu. Akan tetapi seringkali untuk mendapatkan gelar pendidikan sebagai tiket pengakuan, sehingga saya mendapatkan karir bagus, mengaku mampu dalam menghadapi kompetisi. Saya dapat menganggap diri sebagai manusia modern.

Tidak ada salahnya berkompetisi, asal itu yang benar-benar dalam kebaikan, bukan yang kelihatannya saja.

Perubahan hidup dari yang saya sampaikan adalah kesadaran adanya niat negatif, yang berdampak pada diri saya. Mungkin diantara kalian yang pernah mengalaminya boleh bersua.

Hati gelap saya akan bahagia jika mendapatkan teman yang juga keblinger.

 

Awesome Stories & Inspirations · Giving Matters · Stories

Menerima

Zaman dahulu, jauh sebelum saya dan kalian lahir, nenek moyang dari nenek moyang, dan moyang… moyang… moyang…  hingga ke Nabi Adam as, menemukan sesuatu yang bernama “masalah”. Memang masalah selalu saja menjadi musuh bebuyutan manusia dan ia selalu datang.

Namun, manusia di dalam menghadapi masalah, terdapat dua sikap, yaitu menganggap  sebagai peluang diri; atau sebagai beban. Apakah manusia menganggap masalah sebagai peluang diri, yang di dalamnya terdapat peluang dalam ujian kehidupan yang berdampak pada kemajuan. Atau menganggap masalah sebagai murni suatu hal yang membenani, sehingga muncul pemikiran “jika saja ini tidak terjadi maka kita bisa sukses seperti yang diharapkan”.

Percayalah bahwa apa yang diharapkan dalam pikiran kita itu belum tentu benar dan seindah jika benar terjadi. Karena seringkali yang tidak sesuai, itulah yang lebih indah. Mengejutkan namun membahagiakan.

Allah SWT mengetahui sedang kamu tidak mengetahui (QS 2: 216)

Menghadapi permasalahan sebagai peluang diri, pada akhirnya memberi sikap manusia menerima permasalahan dengan baik.