Stories · Tantangan 30 Hari

Tantangan 30 hari: nadzar sholat subuh

Sebelumnya, meleset dari perkiraan awal, baru tanggal 2 saya memutuskan untuk menjalankan tantangan 30 hari kedua, yaitu sholat subuh. Mengapa? karena itu sholat yang paling keteteran bagi saya (dan mungkin banyak khalayak yang juga seperti itu). 

Dengan niatan sekaligus, yaitu ingin memperbaiki sholat subuh saya, juga ingin membuktikan keberkahan dari solat subuh  Karena ibu saya sering menasehati: subuhan itu penting bagi orang muslim, untuk membentuk karakter, dan biar tidak lumuh (malas berlebihan yang tidak jelas penyebabya> dan sering dilabelkan pada saya -_-).

Saya ingin berubah… mumpung dalam momen tahun baru, karena semangat saya terdorong oleh kehangatan nasi goreng. 

Tantangan 30 hari kedua ini saya rasa lebih berat, karena tantangannya adalah waktu. Saya akan terbiasa bangun subuh…. yeah! 

Semoga anda juga dapat berubah lebih keren dari saya, dan semoga tantangan ini tidak menjadikan riya’ (karena soal kesombongan, saya adalah pribadi yang beusaha sombong sampai sombing). Benar lagi kata ibu saya, kalau batuk itu harus dikeluarkan riyak-nya biar cepet sembuh, begitu juga kalau beribadah, harus dikeluarkan riya’ nya biar cepet tumbuh (istiqomahnya).

Amin….

Stories

(Bukan) perayaan tantangan 30 hari

Cerita pemikiran sejenak edisi ke 3 kemarin adalah hari terakhir dari serangkaian perjalanan menulis dalam tantangan 30 hari yang saya deklarasikan. Memang tak terasa sudah, dan tantangan ini akhirnya selesai.

Ini yang saya rasakan:

  1. Bahagia? ehm… ya bisa, ya tidak. Karena selama ini saya memang bukan penulis, dan dipaksa menulis selama 30 hari adalah sesuatu yang gado-gado. Kadang bersemangat, menyenangkan, menjenuhkan, menyedihkan, dan akhirnya membiasakan.
  2. Terbiasa? ehm… ya mungkin. Karena saat ini saya merasa lebih percaya diri (lebih tepatnya tidak mikir terlalu mbulet) apa-apa yang akan saya tulis.
  3. Penulisan? ehm… tidak cukup peduli. Hehe, saya tidak peduli apapun tulisan saya, sejelek atau sebagus apapun, dan haruskah ikut peraturan harus fokus pada satu topik, aturan SEO penulisan atau yang semacam kawan-kawannya? saya memakai plugin Yoast SEO yang menilai hampir setiap tulisan saya adalah: Readibility: Not Good; SEO: Not available > gak tak pikirin.
  4. Tergugah? ehm… baru terbangun. Karena kemudian saya menjadi lebih suka untuk menuangkan pemikiran dan cerita dalam tulisan, yang sebelumnya saya tuangkan dalam dialog-dialog imajinasi pikiran saya.
  5. Terus? ehm… Insyallah. Karena ke depan saya akan tetap menulis, tapi ya nggak setiap hari lah ya. Setidaknya akan lebih sering dari apa-apa yang saya tulis pada sebelum tantangan ini.

Lima poin di atas adalah yang saya rasakan selama menjalani tantangan menulis 30 hari ini. Walau masih banyak dari standar kebagusan menulis yang belum tercapai. Karena standar itu sangat subyektif, jikalau saya boleh membela diri hehe. Tapi yang terpenting adalah dampaknya.

Dampak awal yang saya harapkan adalah agar saya tidak berpikir berlebihan, lebih konsisten, dan persisten.

Dampak nyata yang saya terima adalah “Alhamdulillah”, yang artinya ada kemajuan pada tiga harapan tersebut.

Yang paling utama adalah: pada pikiran saya semakin terarah. Menulis memperkosa pikiran saya agar tidak ngelantur dan bergumam negatif kemana-mana. Menulis membuat saya mudah fokus untuk mencurahkan isi dari pikiran ini. Dan selama 30 hari ini, saya belajar konsisten dengan segala cara (entah menulis lewat laptop, hp, atau tulisan tangan…, yang penting setiap hari menulis).

Yang paling seru adalah: menulis, atau saya katakan secara luas tantangan 30 hari membiasakan hal baik ini membuat saya mendapat pengalaman tak terduga sebelumnya. Seperti menata paving dalam jalanan yang lebar nan panjang, tantangan 30 hari membuat saya semakin pede untuk mencapai hal-hal besar, dengan langkah-langkah kecil.

Namun, permainan baru dimulai. Pada akhirnya ini adalah awalan. Tantangan 30 hari akan saya jalani kembali dengan membiasakan hal baik lain. Saya akan deklarasikan lagi tanggal 1 Januari 2018. Ya… mengapa harus menunggu tanggal itu? biar dikata punya resolusi tahun baru lah. gitu.

Sebagai penutup, menulis tentu akan tetap menjadi kebiasaan saya. Ibarat 30 hari adalah masa roket lepas landas, nanti akan ada cerita “Kebiasaan 60 hari” sebagai masa roket menembus langit, sebagai lanjutannya.

Jadi, Alhamdulillah…

Awesome Stories & Inspirations · Giving Matters · Stories

Mulai keteteran…

Cerita ini terkait tantangan 30 hari yang telah saya deklarasikan. Keadaan sekarang telah memasuki 10 hari terakhir dan saya merasa keteteran.

Keteteran membuat saya menjadi pesimis.

Mereka bilang apapun hal yang kita lalukan, tahap lepas landasnya adalah yang tersulit. Saya pikir prakiraan selanjutnya, ketika sudah lepas landas dan mulai membiasakan menulis setiap hari akan semakin mudah, dan eh, ternyata semakin sulit dan kebangetan.

Saya menjadi mulai berpikiran bahwa hal mudah mungkin hanyalah ilusi yang diperagakan demo produk pembersih lantai dan iklan lima detik di youtube. Kenyataannya, ketika menemui hal sulit, tahap selanjutnya akan semakin sulit, sulit kebangetan, dan mendekati mustahil. Akhirnya lambat atau cepatĀ  “door!”… film pun berhenti–mati ditengah jalan karena listrik padam.

Tersirat niatan tidak menyerah…. tapi saya berpikir: bagaimana membuat film tetap berjalan walau listrik padam, dan kita tak punya genset atau bahkan aki?

Nah…. itu dia! Aha ha!

Jawabannya: walau proses tantangan menulis ini semakin sulit, kebangetan, atau nanti mendekati mustahil untuk ditaklukkan, bahkan nanti ada firasat mustahil sekalipun? jika saya tetap menulis saya akan tetap menaikkan presentase untuk menyelesaikan tantangan 30 hari ini.

Gak ngurus entah setiap hari semakin setress, dan berapa kali trik simpan cerita–untuk publikasi diwaktu malas, atau trik-trik berlabel abu-abu lainnya yang telah saya lakukan. Asalkan pada dasarnya saya tetap menulis untuk menyelesaikan tantangan ini! karena tidak ada cara lain untuk menyelesaikannya, selain menulis!.

Karena tantangan 30 hari edisi ini adalah menulis, dan untuk pertanyaan bagaimana membuat film tetap berjalan walau listrik padam, dan kita tak punya genset atau bahkan aki? sudahlah bin… kenapa menggunakan analogi itu? hmm…

 

Stories

Ketika berpikir atau terpikir, tulis !

Bepikir atau terpikir…

Saya lebih senang berpikir, dan lebih sering terpikirkan, terbesit suatu gabungan premis tentang kejadian apapun. Di sekitar saya ketika bersepeda motor ria. Saat menunggu hujan reda. Saat berjalan. Saat adzan (bahkan), karena opini saya, kita dimampukan multi-berpikir dalam satu saat itu.

Inilah anugrah terindah dari Allah SWT.

Sedang anugrah lain yang tak kalah indah adalah menulis. Kita tahu betapa hebatnya kekuatan menulis… dan apa-apa yang tertulis. Sebut saja perihal hukum, tentu lebih kuat yang tertulis, e.g: konstituensi, undang-undang, perjanjian tertulis. Perihal sastra dan yang enak dibaca, e.g: mahakarya novelis tersohor seperti Andrea Hirata, J.K Rowling, Dan Brown. Dan perihal utang-mengutang, tentu lebih kuat tertagih utang saya yang tertulis.

Dua anugrah berpikir dan menulis, tapi peleburan keduanya, justru yang terjadi adalah (malas) berpikir (apalagi) menulis.

Saya tahu, mengalami, dan anda juga, mungkin.

Solusi yang coba saya terapkan adalah: “Ketika berpikir atau terpikir, tulis !” dimanapun, kapanpun, nulisnya lewat apapun. Dan lagi, tambahan buat saya adalah #tantangan30hari menulis, yang telah saya deklarasi pada cerita sebelumnya. Saya tidak begitu menyukai paksaan, namun mencoba mengalami “jatuh cinta karena terpaksa” atau yang wong jowo bilang “witing tresno jalaran soko dipekso” (*dengan sedikit editan dari saya)

#tantangan30hari #ke-1 #tercapai #huyeh

Stories · Tantangan 30 Hari

Tantangan 30 hari: persisten menulis

Terinspirasi dari Paklik Matt Cuts, dalam cerita singkatnya tentang pengalaman susahnya menaklukan 30 hari melakukan sesuatu baru dan unik, namun menyenangkan karena ternyata buaanyaak yang kita bisa lakukan.

Bismillah….

Saya akan menulis setiap hari, selama 30 hari ke depan, tentang apapun, sesedikitpun rangakian kata-katanya, dan sejelek apapun cerita yang tertulis.

#tantangan30hari