Stories · Tech Design

Belajar jadi programmer tidak harus karena jurusanmu!

Intinya lagi ingin menjelajahi skills baru, saya berselancar ria menjelajahi banyaknnya kursus online yang lagi marak akhir-akhir ini. Banyak dari mereka yang menawarkan sertifikat dan menjanjikan menambah kesempatan kita untuk lebih berkembang dan mendapatkan tawaran kerja yang lebih banyak.

Tapi itu semua sulit saya jangkau karena; 1) Biaya yang mahal, 2) Biaya yang semakin mahal karena pake dollar, 3) Biaya cetak sertifikat, 4) Biaya lagi untuk ngirim sertifikat ke rumah, 4) Bahasa Enggris (Inggris Kejawen) saya yang pas-pasan, 5) Dan yang paling mengkhawatirkan adalah tidak ada jaminan akan kelulusan kita serta rumor sulitnya capstone project di akhir kursus. Jadi ya… itu.

Berawal dari kesadaran skills saya yang ternyata masih sedikit dan kacau, jadinya kemarin itu saya nemu website berupa kursus interaktif yang namanya Codecademy.

Codecademy merupakan web yang menawarkan kita belajar gratis tis tis untuk bidang pemrograman. Memang sih, kalau dilihat dari jurusan si penulis ini yang berbau-bau pemerintahan tidak ada hubungannya. Tapi jangan salah, semua itu berhubungan dengan kembali kepada-Nya. Kata temen saya yakin aja. Tapi saya percaya Tuhan.

Ini adalah pengalaman awal belajar programming yang ternyata sungguh mengasikkan.

Bagi kalian yang tertarik, ataupun yang telah menjadi learner di Codecademy, ayo tantang saya, ungguli saya, dan kita bersaing menjadi programmer yang apa ya, ya itu.

Codecademy-Muqorrobinist

Book Reviews

Don’t make me think

Salah satu buku desain web, khususnya untuk hal ‘kebergunaan’ web yang saya sukai. Don’t Make Me Think: Panduan praktis membangun web yang logis karya Steve Kurg memang sangat mudah dipahami. Penjelasan web yang membosankan tidak terjadi di dalam buku ini. Kreativitas Kurg terlihat dari banyaknya penyambungan filosofi kebergunaan pada kutipan-kutipan novel yang telah ia baca (walau kadang ada yang tidak begitu nyambung). Namun hal ini tidak mengurangi sedikitpun ketajaman analisisnya terhadap bagaimana membangun suatu web yang benar-benar dibutuhkan dan tidak membingungkan penggunanya.

dont-make-me-think-steve-kurg

Salah satu pendapat (istrinya) Kurg yang saya sukai mengenai web (juga) dapat digunakan sebagai filososi untuk semua hal adalah: “Jika saya kesulitan menggunakan sesuatu, maka saya akan jarang-jarang menggunakannya”. Sederhana tapi menyeluruh terhadap pemikiran pengguna web.

Pendesain web seringkali berpikir salah tentang apa yang akan dilakukan oleh pengguna web ketika berkunjung ke suatu laman. Mereka beranggapan bahwa pengguna web akan membaca dengan runtut, teliti dan seksama pada laman itu, namun tidak.

Para pengguna web seringnya adalah membaca laman dengan tergesa-gesa. Geser ke bawah, ke atas, dan dengan acak menyeleksi apa yang kita pikir paling penting, dan mudah sekali bingung jika desain web yang ada terlalu kompleks. Ya, kita memang membedakan membaca web dengan membaca buku, dan itu yang terpenting yang harus dipahami para pendesain web.

Walaupun buku ini terdiri dari 12 Bab, namun saya rasa tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membacanya. Panduan-panduan yang mudah dan tidak kaku akan tetapi sangat esensial bagi kalian yang khususnya ingin atau sedang menekuni dunia web desain dan UX.