TB-HIV 2016 dan sekarang

Saya menemukan topik TB-HIV akibat rasa penasaran (dan kepuyengan) yang memuncak pada tahun 2016 lalu. Tahun penting dimana skripsi dan kelulusan harus terjadi!.

Sumringah karena semenjak tiga tahun ini, terdengar berita baik penanggunalan TB di kabupaten tercinta (Blitar), yaitu:

  1. Siap Terjun Ke Masyarakat, Puluhan Kader TB-HIV di Blitar Ikuti Pembekalan Informasi.
  2. Dalam Meningkatkan Penemuan Penderita TBC serta Penambahan Kader, Dinkes Kab Blitar Adakan RAD.

Orang-orang yang terlibat dulu, seperti Pak Wahyu dari P2MK Dinkes Kab Blitar, Pak Wijianto dari LKNU, Bu Ima penggerak dari Aisyiyah, Pak Adi dari KPAD, dan lainnya, sekarang masih dan sangat aktif bergerak.

Hanya saja, yang bikin agak galau adalah berita tentang HIV nya.

Menjadi pemberi (yang tak naif)

Saya menemukan buku ini dari presentasi Adam Grant di TED Conference. Dalam video berdurasi 13 menit itu, ia membawakannya dengan profesional dan kocak.

Give and Take

Give and Take adalah buku karya Adam Grant yang pertama dan masuk dalam New York Times Bestsellers tahun 2013.

Bagi yang belum tahu Adam, ia adalah seorang dosen dan peneliti psikologi organisasi di sekolah bisnis Wharton dan merupakan professor muda yang mendapatkan banyak penghargaan dari fakultasnya. Sebagai seorang ilmuwan yang lekat dengan stereotip tulisan kaku, ia berusaha menulis dengan gaya seenak dan seringan mungkin, sehingga dapat dibaca oleh orang awam sekalipun, seperti saya.

Seperti seri buku non-fiksi lainnya, isi dari buku yang bercerita tentang menjadi pemberi, pengambil, atau tengah-tengah ini intinya membujuk rayu saya untuk mengubah perspektif.

Hal yang saya suka dari buku ini adalah, jika yang lain menonjolkan sisi maha guru dari si penulis, buku ini menggunakan pendekatan penelitian. Penggabungan cerita nyata yang dibumbui rujukan–berikut link referensinya, membuat saya diyakinkan.

Buku ini membuat saya telaten membaca referensi dan sesekali meng-klik tautan link dan mempelajari lebih lanjut. Saya membacanya dalam bentuk epub, btw.

Dapat dikatakan, Adam tidak berusaha melakukan doktrin. Ia mengambil inisiatif tulisannya sebagai sosok jurnal ilmiah yang di dalamnya terdapat cerita-cerita menarik untuk dipelajari.

Buku ini akan berguna sebagai alasan pembaca untuk menjadi pemberi yang lain daripada yang lain, tanpa kenaifan dan pengorbanan diri yang tak perlu. Kata Adam, menjadi pemberi adalah cara baru untuk meraih kesuksesan, dan setelah tamat membaca buku ini, saya jadi ikut meyakininya.