Categories
Review Buku

Adicerita Buya Hamka

Anugrah terbesar Allah kepada manusia adalah diberikannya kemampuan untuk berpikir. Oleh karenanya, segala sesuatu yang diterima seyogyanya ditelaah dan dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum diterima. Begitulah kira-kira pesan dari seorang Buya Hamka, yang sejatinya memiliki nama Haji Abdul Malik Karim Abdullah.

Menjadi seorang anomali pada zamannya sendiri, lewat berbagai tulisannya, Buya Hamka berusaha merubah arah pikir lingkungannya. Tulisannya yang terpublikasi diberita harian (salah satunya Panji Masyarakat), dalam novelnya (yang terkenal adalah Tenggelamnya Kapal van Der Wijk), serta diberbagai macam sajak dan puisi. Membanjiri era menjelang dan awal kemerdekaan.

Saya mengagumi Buya Hamka karena tekadnya yang terkenal untuk kemajuan Islam di tanah air. Sikapnya yang luhur ketika memaafkan dan malah berterima kasih kepada yang telah memfitnah dan menjerumuskannya ke dalam penjara.

Cerminan tertinggi dari seorang cendekiawan adalah tak hanya menggaungkan ilmu dan ilmu. Buya dijuluki sebagai Buya karena sikapnya dapat diteladani.

Terkhusus untuk buku biografi karangan James R Rush ini, Buya Hamka: The Great Story (terjemahkan menjadi Buya Hamka: Adicerita). Menurut saya lengkap dalam menjelaskan episode-episode penting dalam hidup Buya Hamka. Ia berusaha menyampaikan pesan secara obyektif, terlihat dari data yang dipergunakannya.

Categories
Tulisan

Pohon jati dan beringin

seandainya aku sehelai daun di pohon jati dan kau sehelai daun di pohon beringin yang tumbuh terpisah jauh di padang yang dulu hutan

aku akan selalu berangan datang musim berangin menerbangkan dan menjatuhkan aku tidak jauh dari pohon beringin itu. agar kau hanya butuh menjatuhkan tubuh kau di atas tubuh aku, kemudian berdua aku dan kau berdoa waktu segera membunuh aku dan kau

agar anak-anak bisa membangun lebih banyak pohon, lebih banyak hutan, tidak penting jati tidak penting beringin untuk merayakan kematian aku dan kau

M Aan Mansyur

Categories
Tulisan

Rencana jangka panjang

Setiap yang telah merasakan aktualisasi diri, tentunya akan berusaha untuk mencapai tahapan–demi tercapai target-target menuju impian. Halangan dan rintangan datang seperti makan setiap hari. Tak terlalu gusar dan menerjang. Membuat lompatan. Seakan semua berjalan lurus ke depan dan menanjak. Seperti semakin dekat dengan puncak.

Padahal bisa saja (dan selalu mungkin) belokan, ranting yang patah melintang, harus putar jalan, kadang menurun, dan tetiba didepan situ ada polisi tidur yang berbaris berantakan, tinggi rendahnya tak karuan.

Untuk rencana panjang, merumuskannya semalam, seminggu, sebulan, saja tak cukup. Bertahun tahun bila hanya mengandalkan akal pikir milik sendiri. Jadi menyadari hal itu, rencana saya untuk rencana jangka panjang adalah mendiskusikannya dengan Tuhan. Memasrah supaya diarahkan.

Soal kebutuhan, kemapanan, pemenuhan tujuan dan segala harap. Dan untungnya, Dia menitipkan pertolongan Nya lewat terkabulnya doa ibu. Rencana jangka panjang saya semoga adalah akhirat.