Stories

Duolingo

Aku telah belajar Bahasa Inggris semenjak kanak-kanak dan sampai sekarang tidak ada kemajuan berarti. Memang memalukan, namun apa daya jika telah terjebak kebosanan belajar yang namanya “bab grammar”. Padahal belajar bagian itu saja tidak cukup, masih ada yang namanya speaking, writing, idiom dan kawan-kawannya.

Aku menemukan aplikasi yang mengurangi stereotipeku tentang belajar Bahasa Inggris.

Duolingo, semenjak marak dibicarakan si maya tahun lalu. Rasa penasaran menjadi tinggi semenjak rumor Angela Merkel juga menggunakan aplikasi ini. Aku ikut menjajal Duolingo, dan hasilnya… lumayan.

Aku tetap tidak mengerti apa itu grammar, tapi tiba-tiba nilai TOEFL-ku naik begitu saja. Naik tipis.

Duel_Owls

*tidak ada unsur iklan dibalik cerita ini.