Categories
Review Buku

Adicerita Buya Hamka

Anugrah terbesar Allah kepada manusia adalah diberikannya kemampuan untuk berpikir. Oleh karena itu, segala sesuatu yang diterima seyogyanya ditelaah dan dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum diterima.

Begitulah kira-kira pesan dari seorang Buya Hamka, yang sejatinya memiliki nama Haji Abdul Malik Karim Abdullah.

Menjadi seorang anomali pada zamannya, melalui berbagai tulisannya, Buya Hamka berusaha merubah arah pikir masyarakat Indonesia.

Tulisannya yang terpublikasi diberita harian (salah satunya Panji Masyarakat), serta novelnya (seperti Tenggelamnya Kapal van Der Wijk), ditambah berbagai macam sajak dan puisi. Membanjiri era awal kemerdekaan.

Saya mengagumi Buya Hamka karena tekadnya yang terkenal untuk kemajuan Islam di tanah air.

Sikapnya yang luhur ketika memaafkan dan malah berterima kasih kepada yang telah memfitnah dan menjerumuskannya ke dalam penjara.

Cerminan tertinggi dari seorang cendekiawan adalah tak hanya menggaungkan ilmu dan ilmu. Buya dijuluki sebagai Buya karena sikapnya yang dapat diteladani.

Terkhusus untuk buku biografi karangan James R Rush ini, Buya Hamka: The Great Story (terjemahkan menjadi Buya Hamka: Adicerita).

Menurut saya cukup lengkap dalam menjelaskan episode-episode penting dalam hidup Sang Buya. Ia berusaha menyampaikan pesan secara obyektif dan hal itu terlihat dari data yang dipergunakannya.

Categories
Review Buku

Belajar menghargai setiap detik dari Randy Pausch

Ini adalah tentang buku autobiografi dari seorang professor komputer di Universitas Carnegie Mellon, Randy Pausch.

The Last Lecture, membacanya memberi arti baru dalam menjalani setiap detik kehidupan. Saya merasakan inspirasi dan semangat dari Randy tentang perjuangannya melawan kanker dan jalan yang ia pilih untuk memberi pelajaran abadi pada keluarga dan teman-temannya.

Ketika membaca bab demi bab dalam buku ini, saya mengamati betul apa yang ingin disampaikan Randy bukanlah mengenai suatu hal yang sempurna. Ia memang tak ingin seperti itu.

Lewat cerita sederhana dan beberapa kekonyolan yang selama ini tidak diketahui keluarganya, Randy ingin menitipkan pesan-pesan.

Memang tak semuanya seperti petuah bijak. Tergantung dari cara kita memaknainya. Yang jelas, segala cerita dari buku ini menurut saya mengajarkan keseharian sederhana, kesalahan, dan cara kita mengenangnya adalah jalan terbaik untuk sebuah warisan.

Terkhusus Randy, ia ingin menjadikan ceritanya sebagai kuliah terakhir untuk anaknya.

Sungguh luar biasa cara ia menularkan kebijaksanaan. Lewat tulisan dan dibendel menjadi sebuah buku memang strategi yang epik.

Randy tak hanya berhasil meninggalkan wasiat bijak bagi anaknya, tapi juga bagi seluruh pembaca bukunya ini.

Categories
Review Buku

Nurmas si Anak Cahaya

Karya Tere Liye satu ini memang bukan novel bertema roman. Tokohnya masih anak kelas lima sekolah dasar.

Tetapi ceritanya mampu membuat saya terpaku lama duduk di teras rumah dinas sekolah tempat saya bertugas sebagai pengajar muda yang sempit dan seadanya.

Saya menikmati lantunan cerita yang sederhana namun bersahaja, dari penulis yang terkenal dengan kesyahduannya ini.

Si Anak Cahaya, adalah serial pertama dari lima novel anak nusantara yang dikemas untuk menjawab tantangan bacaan anak yang menarik, khas Indonesia. Tanpa memamerkan kemewahan dan ketenaran yang menjadi primadona semua kalangan di masa now.

Setelah membaca novel ini, saya sadar akan kekayaan cerita sehari-hari di pelosok nusantara.

Cerita seperti Nurmas ini saya yakin banyak ditemukan di berbagai daerah, bahkan di lingkungan sekitar kita, tanpa kita sadari selama ini karena terlalu terpaku dengan gemerlapnya dunia luar.