Hal baik yang terjadi di Januari

Saya mencoba menulis hal baik yang terjadi (pada diri saya) di Januari. 

Alasannya sederhana, yaitu karena saya ingin belajar untuk menjadi orang yang bersyukur. Saya ingin membiasakan diri untuk lebih menghargai “apa yang baik” daripada apa yang buruk.

Saya yakin, membiasakan itu membuat saya lebih bahagia.

Sejatinya, melihat hal baik memang salah satu faktor terbesar kebahagiaan.

Studi tentang kebahagiaan yang dilakukan oleh Charlotte Witvliet dkk, Harvey Simon, dan pengalaman satu bulan untuk membuktikan pengaruh melihat hal baik terhadap pekerjaan dan kehidupan oleh Moya Sarner, mengungkapkan fakta bahwa sikap bersyukur dan kemampuan melihat hal baik akan menambah kehagiaan dan produktivitas.

Kalau saya ingat-ingat, banyak sekali hal baik yang terjadi di Januari ini.

Tak mungkin saya sebutkan semuanya, karena memang tak mungkin saya menghitung seluruh kebaikan yang telah diberi Allah SWT.

Saya pilih yang paling saya syukuri, yaitu:

Tahun baru keluarga baru

Awal 2019 menjadi momen yang berbeda bagi saya. Kalau sebelumnya saya melewatinya dengan tertidur di kamar kos dan menjalani rutinitas yang sama keesokan paginya (tidur lagi), tahun ini saya merayakannya dengan teman pengajar muda.

Agenda malam perayaan adalah: rapat, rapat, dan rapat pula, sampai keesokan harinya.

Alhamdulillah, fokus saya adalah pada kebersamaan dengan teman pengajar muda, yang mana, mereka adalah keluarga baru saya.

Menjadi guru

Ini adalah bulan kedua saya menjadi pengajar muda. Rasa jatuh cinta pada anak-anak didik mulai tumbuh merekah. Saya bahagia menjadi guru dari 197 siswa di SDN Lentong Baru.

Saya mulai bisa melihat potensi mereka dari keramaian dan keaktifan yang luar biasa, yang mereka ekspresikan di dalam dan di luar kelas.

Mereka suka dan cepat belajar olahraga (atau kegiatan serupa yang bersifat motorik). Mereka suka sesuatu yang bersifat praktek, bukan sekedar teoritis.

Mereka suka dengan pembelajaran kreatif, yang menjadi tantangan untuk saya lampaui.

Menemukan soto yang maknyus

Saya adalah penyuka makanan manis. Saya suka soto yang manis. Secara tak sengaja, saya menemukan soto yang maknyus rasanya.

Soto ini kuahnya kental dan mantap. Kecapnya top joss. Bumbunya semerbak harum. Membuat saya ketagihan.

Adalah Budhe Mar yang menjual soto ini. Beliau adalah budhenya Zuldiana, teman pengajar muda se-kecamatan Kota Baharu asli dari Ponorogo, Jawa Timur.

Mereka tak sengaja bertemu secara syahdu, setelah 40 tahun lamanya keluarga mereka terpisah, pada masa transmigrasi era Soeharto. Keluarga Budhe Mar ke Aceh Singkil, keluarga Zuldiana ke Lampung.

Alhamdulillah ya.

Tiga sahabat

Pak Sam (Syamsudin) adalah guru SDN Lentong Baru asli dari desa Gosong, kecamatan Singkil. Dia punya pembawaan kalem, tenang, punya semangat maju, dan pandai memasak.

Pak Ahmad (Ahmad Sukardi) adalah guru SDN Lentong Baru asli dari desa Kilangan, kecamatan Singkil. Ketertarikannya pada sistem pendidikan yang bersih dan bermartabat menjadi bahan perbincangan kami sehari-hari.

Pak Edo (Slamet Widodo) adalah guru SMP Al-Hafidz asli dari desa Sumber Mukti, kecamatan Kota Baharu. Sebagai alumni Pengajar Cerdas pada gerakan Tulang Bawang Barat Cerdas, dia sangat aktif dan enerjik pada kegiatan kemajuan pendidikan. Dia adalah sarana saya meminta saran dan bantuan.

Tiga sahabat itu membuat saya optimis dan tidak merasa sendiri. Karena bersama itu membuat kita kuat seperti baja.

Kegiatan belajar dan bermain

Kami ada Kegiatan Belajar dan Bermain (KBB) di SDN Lapahan Buaya bulan ini.

Pemilihan SD dilakukan atas dasar pertimbangan guru-guru disana yang semangat dan mau maju. Walau jalan ke lokasi sangat ekstrem ditambah becek licin karena hari itu hujan mengguyur seharian, dari pagi sampai sore.

Bahagianya kami karena pelaksanaan KBB meriah dan mengena. Anak-anak SD secara semangat mempraktekkan tepuk semangat, bernyanyi bangun datar dan bangun ruang, bermain kotak pos, menjadi pelaut, bermain plastisin, dan menulis cita-cita pada pohon harapan.

Mereka antusias menyambut “hal baru” yang mereka terima hari itu. Mereka juga tak sungkan meminta tulisan semangat dari kami untuk mendukung cita-cita hebat mereka, menjadi tentara, polisi, astronot, dan guru.

Pemuda Masjid Al Huda

Masjid Al Huda adalah masjid terbesar di desaku. Segala curhat tentang tantangan desa dan rasa kangen keluarga aku tumpahkan secara hikmat di dalam masjid ini.

Bersyukur sekali karena minggu lalu, Hazman, Gunawan, Herman, dan pemuda lainnya berinisiatif membentuk kepemudaan masjid.

Mereka mengundang kepala desa atau gecik (Pak Mugi) dan tokoh pemuda (Bang Wanhar dan Bang Ridwan) untuk meresmikan pembentukan Pemuda Masjid Al Huda.

Saya bahagia karena terlibat dalam proses ini. Memang, kegiatan yang kami galakkan tidak muluk-muluk, yaitu mengadakan wirid yasin setiap kamis malam jumat, yang sudah lama tak dilakukan warga desa.

Awalnya harus kami yang bergerak, sebelum nanti mengajak para warga masyarakat untuk terlibat, baik di dalam kegiatan wirid yasin, maupun kegiatan lainnya, seperti Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dan kebersihan desa.

Perpustakaan idaman

Keinginan saya untuk membuat perpustakaan yang apik dijawab oleh Allah dengan menempatkan saya tinggal di perpustakaan sekolah.

Walau kondisinya berantakan karena banyak barang pertukangan, perkakas kantor, dan kerajaan rayap, tetapi perlahan mulai kami bersihkan.

Kami adalah segenap warga sekolah dan teman yang telah baik hati membantu (Pak Edo).

Buku kami pilah, antara yang masih bisa diselamatkan dari koloni rayap dan yang terpaksa kami bakar. Alat peraga yang masih layak kami pisah.

Barang-barang perkakas yang tidak ada hubungannya dengan perpustakaan, seperti cat dan paku, coba kami biarakan dulu. Nanti barang-barang itu akan ada manfaatnya.

Memang masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan.

Tetapi misi membuat perpustakaan idaman ini, Insyallah perlahan akan terwujud.

Akan ada club cerpen, club sastra, club bahasa, club film, dan club pustakawan cilik.

Perpustakaan idaman nantinya ibarat pintu yang berdampingan dengan buku sebagai jendela dunia.

Amin…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *