Book Reviews

Life without limits

Life Without Limits merupakan buku non fiksi yang mengambarkan perjalanan hidup Nick Vujicic, seorang yang berkebutuhan khusus, yang mengubah kekurangannya, bayang-bayangnya akan keputusasaan menjadi sebuah harapan dan kegilaan yang luar biasa. Nick merupakan seorang yang terlahir tidak mempunyai lengan dan tungkai, namun begitu, ia merupakan seorang yang aktif. Ia bahkan dapat berenang, berselancar, bersepak bola, melakukan pekerjaannya secara mandiri dan yang lebih hebat lagi, ia menjadi inspirator dunia yang telah mengunjungi berpuluh-puluh negara, termasuk Indonesia.

life whitout limits

Ketika aku membaca bagian awal dari buku ini, terdapat penekanan pesan semangat berjuang, pantang menyerah, dan tidak kenal putus asa dari seorang Nick, yang kemudian terus menjadi inti dari beberapa bab selanjutnya.

Perjalanan cerita dimulai dengan menggambarkan Nick kecil yang ketika lahir sudah menjadi tantangan yang luar biasa bagi orang tuanya. Hal ini memang sudah sewajarnya terjadi. Orang tua manapun akan memerlukan waktu untuk menerima anak yang tidak se’normal’ anak biasanya. Namun beruntung bahwa orang tua Nick merupakan seorang yang religius, sehingga berbekal kekuatan ini, mereka bersedia menerima, dan mencoba memahami maksud Tuhannya akan keadaan yang mereka terima ini kedepannya.

Kemudian cerita mulai berubah sudut pandang ke dalam diri Nick, yang mulai menyadari ke’aneh’an dirinya. Ia bergulat dengan perasaan-perasaan takut berlebihan, yang datang dari dirinya sendiri maupun lingkungannya. Setiap orang yang kuat pasti pernah mengalami titik nadir dimana ia hampir saja putus asa. Tidak ada orang yang kuat dan selalu bisa menampis segala permasalahan dengan penerimaan yang penuh, bahkan para Nabi sekalipun. Saya mengingat Nabi Muhammad pun pernah bersedih yang mendalam akan kematian istrinya Khadjihan r.a. tercinta dan pamannya Abu Thalib yang selalu memberikan perlindungan dan kasih sayang yang luar biasa. Namun yang membedakan dari semua itu, yakni orang yang kuat bertahan dan orang yang menyerah adalah bagaimana tindakan-tindakan penting (kecil maupun besar) yang ia lakukan ketika berada dalam titik kritis kehidupan. Nabi Muhammad secara sadar melakukan pendekatan diri yang lebih mendalam kepada Allah SWT, sehingga muncul tindakan untuk lebih giat lagi memberi dakwah Islam kepada kaum musyrikin, dengan prinsip bahwa ini adalah kehendak Allah yang memberi hikmah luar biasa dibaliknya. Sedangkan Nick ketika berada dalam titik ktirisnya, ia mencoba untuk bunuh diri, akan tetapi pada saat itu juga, ia secara sadar memikirkan konsekuensi jangka panjangnya, hikmah yang ada dibalik apa yang terjadi pada dirinya, dan kenangan buruk dari keluarga, teman-temannya dan orang yang pernah mengenalnya, apabila ia mengakhiri hidupnya dengan berputus asa, dengan bunuh diri.

Ketiadaan lengan dan tungkai merupakan anugerah tersembunyi yang secara perlahan ia dapat terima dan pahami. Ia menjadikan kekurangannya sebagai sumber inspirasi, terutama bagi orang lain yang mengalami kesedihan dan penderitaan. Nick dalam perjalanan hidup yang lebih jauh lagi, menemukan bahwa penderitaan setiap manusia itu telah diukur batas wajarnya sesuai kemampuan diri setiap manusia oleh Tuhan.Ketika melihat berbagai penderitaan yang lebih luar biasa, yang dialami oleh kaum miskin dan penderita penyakit AIDS di Afrika membuatnya semakin teguh dan lebih bersyukur.

Ketika kita berada dalam situasi terburuk dari permasalahan, seringkali kita enggan keluar dari perspektif diri sendiri, yang seringkali keliru.

Menghadapi permasalahan, seberat apapun, dengan berpandangan luas, bahwa ada sesuatu dibaliknya, maka kita akan lebih terbuka, lebih mampu untuk memahami, dan hal ini membuat kita hidup lebih bermakna.

Kita menjadi lebih sering peka dan perhatian terhadap penderitaan orang lain di dunia, dan hal ini memunculkan semangat untuk saling membantu…yang demikian itu, merupakan hal yang meringankan masalah kita sendiri.

Kira-kira seperti itulah review singkat dari isi buku Life Without Limits yang aku baca secara slow (kalem) ini.

Tagged: ,

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *