Oke, saya lihat komitmenmu

Jika bertanya pada seseorang tentang kekurangan mereka dalam bekerja tim, selalu ada dua sikap. Yang pertama cenderung menutupi, yang kedua mengakui.

Menutupi kekurangan adalah sifat alami yang tak sepenuhnya bisa dipaksa-salahkan. Karena menjadi benar adalah hal yang diinginkan setiap manusia. Jika ada kekurangan, seakan ingin mengatakan untuk harap dimaklumi, ini alasan logisnya, dan jangan permalukan saya.

Sedangkan mengakui kesalahan memang membutuhkan keberanian. Untuk mendengarkan, mengendalikan emosi, dan menghindari sikap bias. Terlihat bodoh adalah resikonya.

Padahal, lebih penting untuk mengambil resiko tersebut dan menemukan pembelajaran baru, daripada menggaungkan praktek lama yang membuat kita berputar pada level kematangan itu itu saja.

Selanjutnya, jika ditanya tentang “komitmen” untuk memperbaikinya? Hmm, itulah tantangan terbesarnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *