Janji pensil

Promise of Pencil, adalah buku karya Adam Braun tentang bagaimana ia, yang hanya orang biasa dapat mewujudkan sebuah mimpi besar untuk membantu pendidikan di negara misin dan berkembang.

Berawal dari program overseas (kuliah keliling dunia selama 6 bulan) yang diadakan oleh universitasnya. Adam mendapat beberapa pengalaman lain yang justru mempertemukan dengan mimpi barunya. Yaitu ketika ia mengucapkan janji pensil pada seorang anak perempuan kecil yang putus sekolah, saat rombongannya mendarat di Laos.

Buku semi-biografi ini pas sekali untuk memberi insight disaat kita krisis mimpi dan merasakan kerja kantor bukanlah solusinya.

 

TB-HIV 2016 dan sekarang

Saya menemukan topik TB-HIV karena teori kolaboarsi. Waktu itu tahun 2016. Tahun dimana skripsi dan kelulusan harus terjadi.

Kolaborasi di kalangan administrasi negara tahun itu masihlah hal baru yang belum trending. Tapi prospek kolaborasi kedepan sangat penting. Karena banyak masalah “nakal-kompleks” yang hanya bisa diselesaikan dengan bekerja kolaborasi.

Menengok tiga tahun lalu, saya senang karena mendengar berita baik kegiatan kolaborasi di tempat saya skripsi, yaitu di kabupaten Blitar, seperti:

  1. Siap Terjun Ke Masyarakat, Puluhan Kader TB-HIV di Blitar Ikuti Pembekalan Informasi.
  2. Dalam Meningkatkan Penemuan Penderita TBC serta Penambahan Kader, Dinkes Kab Blitar Adakan RAD.

Orang-orang yang terlibat yaitu Pak Wahyu dari P2MK Dinkes Kab Blitar, Pak Wijianto dari LKNU, dan Bu Ima dari Aisyiyah, sekarang masih aktif bergerak dan berkolaborasi untuk TB. Hanya saja, yang bikin agak galau adalah tentang HIV nya.

Menjadi pemberi

Give and Take adalah buku pertama karya Adam Grant, seorang psikolog organisasi dan professor muda dari Wharton School.

Buku non-fiksi yang ini bercerita tentang manfaat menjadi pemberi dalam kehidupan bisnis, pekerjaan, maupun kegiatan sehari-hari. Sebagaimana Adam menjelaskan secara teori dan fakta-fakta yang melekat pada orang-orang yang diceritakan di dalamnya.

Hal yang saya suka adalah gaya cerita Adam. Ia lebih dominan menggunakan pendekatan penelitian. Banyak sekali referensi yang dapat kita rujuk lebih lanjut ketika ia memaparkan sebuah argumen, dan hal ini membuat saya betah untuk membaca dengan lebih santai dan mendalam.