Stories

Saling mendoakan

Alhamdulillah, aku merasakan benar menanti datangnya bulan Ramadhan tahun ini. Rasa yang berbeda, melihat lebih mudahnya kita merenung, memikirkan betapa indahnya susana pagi, siang, sore, dan malam yang penuh syahdu iman.

Yang biasanya aku, dengan mudahnya melalaikan setiap detik bersama Tuhan, menjadi lebih sulit, dan semakin sering terngiang. Tapi aku bersyukur melihat perubahan hati ini. Walaupun masih ada niatan “jika saja keminuman es teh mantap di siang hari”. Ya tapi… semoga (kemungkinan terjadi masih ada, dan Amin…), karena barangkali akan menambah rasa syukur aku dengan cara yang berbeda, sebagai seorang yang berusaha puasa (tapi semoga juga tidak keblinger).

Yang biasanya aku, dengan mudahnya melihat masjid sebagai tempat yang hanya lewat, sekarang semakin banyak orang yang mengerumuni. Hati ini menjadi iri sekaligus sungkan, apakah masih layak berkerumun?. Tapi nafsu baik jangan dilawan, dan entah apa kata nafsu yang lain, entah apa nafsu dari orang lain.

Memang keberkahan Ramadhan hanya Tuhan yang Maha Tahu, sedang manusia menerka-nerka. Apa keberkahan —  dan siapa yang dapat? Sayang sekali lagi mereka hanya menerka dan seringnya hanya menerka orang lain, apakah kamu mendapat — apa keberkahan?

Larilah dari terkaan. Hayati penuh Ramadhan ini, dan mari saling mendoakan. Karena itu merupakan anugerah terindah, cinta manusia dari mencintai pencipta-Nya.

Allahumma Ya Allah… berikanlah keberkahan dan keridhaan yang baik, dari bulan Ramadhan-Mu yang indah ini. Berikanlah kepada kami semua, orang tua kami, saudara kami, dan umat muslim di seluruh dunia.

Amin.

Tagged: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *