Selamat datang, ini adalah tulisan saya

Saya ucapkan selamat datang di blog saya.

Setelah dua tahun belajar menulis secara tidak sungguh-sungguh, pada awal 2019 ini, saya putuskan untuk mengarsipkan seluruh tulisan di blog saya.

Saya ingin memulai kembali. Refresh!. Maksud saya bukan menghapus tulisan yang lalu. Mereka saya arsipkan.

Biar tulisan mendatang dapat merekah berkembang. Dan biar tulisan yang lalu menjadi kenangan terpendam.

Saya ingin membuat tulisan sederhana dan mudah dimengerti. Saya sadar, banyak tulisan saya yang amburadul dan awut-awutan. Membuat saya bingung sendiri.

Saya tidak ingin masuk ke dalam golongan orang-orang yang “pandai merumitkan hal sederhana”. Memang, saya termasuk orang yang rumit. Saya dan teman saya sepakat akan hal itu. Begitu juga ibu saya.

Kerumitan adalah hal yang melekat dari diri saya semenjak kecil.

Contohnya ketika saya diperbolehkan memilih mainan Tamiya oleh ibu. Saya memilih dengan suka, namun bingung.

Bermenit-menit berdiri, duduk, lalu berdiri lagi, dan berputar-putar mengelilingi seantero toko. Sambil bergumam tidak jelas, eh, ujung-ujungnya tak jadi beli.

Lalu saya menangis karena tak jadi beli. Saya menangis karena kesal pada diri sendiri, tetapi malah menyalahkan ibu. Memang saya adalah bocah drama.

Setelah beranjak dewasa (waktu kuliah), saya pun masih jadi orang yang rumit.

Ketika itu masuk waktu akhir kuliah, yaitu masa-masa skripsi. Saya butuh dua semester untuk memilih judul skripsi. Judulnya saja. Sedangkan mengerjakannya hanya tiga bulan di akhir semester delapan, dengan gedandapan dan dikit-dikit kalut.

Untung saja nutut. Leganya, profesor saya bilang kalau judul skripsi saya bagus. Alhamdulillah dapat nilai A. Tetapi, melihat prosesnya yang tidak efektif, saya malu.

Sebagai mahasiswa “administrasi” negara seharusnya saya lebih tertata dan terencana.

Oleh karena itu, segala kerumitan saya ini harus diperbaiki.

Saya ingin belajar menyederhanakan pikiran. Kata seorang bijak bestari, pikiran seseorang dapat tercermin dari tulisannya. Saya ingin menyederhanakan tulisan saya supaya dapat menyederhanakan pikiran saya.

Alhamdulillah, setelah niat ingsun memperbaiki tulisan, saya menemukan beberapa muse saya.

Muse disini bukan grup band dari Inggris yang terkenal itu. Muse yang saya maksud adalah inspirator atau sumber inspirasi. Bisa saja orang, hewan, tumbuhan, tempat, atau suasana.

Beberapa muse saya adalah orang. Mereka Gus Mul, Aan Mansyur, dan Eka Kurniawan.

Sedangkan muse saya yang lain adalah kucing jantan abu-abu yang bernama Mua. Sebenarnya, kucing itu hanya imajinasi, karena saya tak pernah pener memelihara kucing.

Saya hanya ingin melihat tatapan slow mereka yang menenangkan sekalligus menjengkelkan, tetapi tidak telaten memberi mereka makan.

Jadi, nasehat-nasehat mereka saya intisari-kan ke dalam suatu weajangan, dan tersusun singkat seperti di bawah ini:

  • Perpendek paragraf dan nyeleneh kan tulisanmu (Gus Mul).
  • Pertajam elok rupa kalimatmu dan buat alur yang apik (Aan Mansyur).
  • Gunakan pemikiran khasmu yang unik sekalpiun itu kotor (Eka Kurniawan).
  • Meaoung, meaoung, aoung, ung (Mua).

Nasehat di atas saya tanamkan di dalam tulisan ini dan tulisan yang akan datang.

Bismillah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *