Stories

Storylistening

Beberapa hari ini, aku mencoba lebih kritis terhadap pribadi ini untuk kemajuan, karena merasa semakin berkurangnya orang yang menjengkelkan di dekatku (atau sebenarnya aku sudah terbiasa dengan mereka), sehingga kelenaan ini membuat jembatan menuju kebosanan dan pembenaran terhadap pribadi sudah terlalu berlebihan.

Ya, akhirnya hari ini aku menemukan sesuatu yang mencerahkan (sedikit banyak) karena sudah lama tak melihat dan mendengar gaya bicaranya Bapak Maeda yang kharismatik (unik dan mengintimidasi, namun tidak radikal dengan kelucuan alami mimik wajah dan gestur beliau).

“From Storytelling to Storylistening” mengingatkan aku untuk lebih melihat — bahkan lebih — memahami kelebihan “superioritas” setiap orang yang aku temui, sehingga aku akan lebih menerapkan storylistening, yang memang sangat berguna untuk mengkritisi diri aku, yang kemudian berguna bagi perkembangan “belajar lebih banyak” dan “bertindak lebih baik”.

 

Tagged: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *