Kategori
Review Buku

Adicerita Buya Hamka

Anugrah terbesar Allah kepada manusia adalah diberikannya kemampuan untuk berpikir. Oleh karena itu, segala sesuatu yang diterima seyogyanya ditelaah dan dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum diterima.

Begitulah kira-kira pesan dari seorang Buya Hamka, yang sejatinya memiliki nama Haji Abdul Malik Karim Abdullah.

Menjadi seorang anomali pada zamannya, melalui berbagai tulisannya, Buya Hamka berusaha merubah arah pikir masyarakat Indonesia.

Tulisannya yang terpublikasi diberita harian (salah satunya Panji Masyarakat), serta novelnya (seperti Tenggelamnya Kapal van Der Wijk), ditambah berbagai macam sajak dan puisi. Membanjiri era awal kemerdekaan.

Saya mengagumi Buya Hamka karena tekadnya yang terkenal untuk kemajuan Islam di tanah air.

Sikapnya yang luhur ketika memaafkan dan malah berterima kasih kepada yang telah memfitnah dan menjerumuskannya ke dalam penjara.

Cerminan tertinggi dari seorang cendekiawan adalah tak hanya menggaungkan ilmu dan ilmu. Buya dijuluki sebagai Buya karena sikapnya yang dapat diteladani.

Terkhusus untuk buku biografi karangan James R Rush ini, Buya Hamka: The Great Story (terjemahkan menjadi Buya Hamka: Adicerita).

Menurut saya cukup lengkap dalam menjelaskan episode-episode penting dalam hidup Sang Buya. Ia berusaha menyampaikan pesan secara obyektif dan hal itu terlihat dari data yang dipergunakannya.