Categories
Tulisan

TB-HIV 2016 dan sekarang

Saya menemukan topik TB-HIV karena teori kolaborasi yang membuat saya jatuh hati. Waktu itu 2016, tahun dimana skripsi dan kelulusan harus terjadi.

Kolaborasi pada diskusi ilmu kebijakan di Indonesia kala itu masih cukup jarang. Tapi saya kira, prospek kolaborasi kedepan sangat penting. Karena banyak masalah nakal-kompleks yang lebih baik jika diselesaikan dengan ikthiar model ini. Oleh karena itu, saya dengan mantap jiwa mengikuti saran profesor saya (terima kasih Prof Jusuf Irianto atas segala inspirasinya) untuk menekuni topik ini.

Saya penasaran tentang kabar mereka sekarang, yaitu para kolaborator TB-HIV di lingkup Kabupaten Blitar. Setelah tiga tahun lamanya, Alhamdulillah saya senang karena mendengar perkembangan baik, seperti:

Pokja TB-HIV yang telah berumur lima tahun nyatanya masih aktif. Orang-orang yang terlibat yaitu Pak Wahyu dari P2MK Dinkes Kab Blitar, Pak Wijianto dari LKNU, dan Bu Ima dari Aisyiyah, sekarang terus bergerak untuk TB. Hanya saja, yang bikin agak galau adalah tentang HIV nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *